Artikel

YUK CARI TAHU 4 INOVASI DALAM PENERAPAN CLIMATE SMART AGRICULTURE (CSA)

istockphoto-1294890443-170667a
Artikel / Teknologi Pertanian

YUK CARI TAHU 4 INOVASI DALAM PENERAPAN CLIMATE SMART AGRICULTURE (CSA)

Pada artikel sebelumnya kita sudah berkenalan dengan Climate Smart Agriculture (CSA), mulai dari penyebab, tujuan, dan bentuk penerapannya. Nah, Sobat Tani penasaran tidak terkait 4 inovasi dalam penerapan CSA ini? Mari simak artikel berikut dan temukan jawabannya!

CSA merupakan inisiasi dari Food Agriculture Organization (FAO) dengan tujuan mengelola ekosistem pertanian dengan mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable). Hal ini agar dapat menjaga ketahanan pangan dan tantangan perubahan iklim. Terdapat tiga pilar dalam penerapan CSA yaitu meningkatkan pendapatan, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan adaptasi dalam membangun ketahanan mata pencaharian serta ekosistem.

Pada Januari 2022 lalu, Kementerian Pertanian menyebutkan empat inovasi dalam penerapan CSA. Pertama, pengelolaan dan pemanfaatan air secara lebih efisien dan berkelanjutan. Aspek pengelolaan air khususnya air tanah berfokus pada cara pemanfaatan dan mendapatkan keuntungan dari air yang dimiliki. Lalu, ada aspek pengendalian yaitu mengendalikan kemungkinan daya rusak air akibat pencemaran tanah. Kemudian, aspek pelestarian sebagai upaya menjaga jumlah dan mutu air.

Foto: istockphoto.com

Kedua, perbaikan dalam pengelolaan hara dan pupuk. Perbaikan mutu padi harus disesuaikan dengan kebutuhan akan unsur hara dan pupuk yang digunakannya. Hara adalah berbagai mineral yang terdapat dalam tanah dan dibutuhkan dalam proses fotosintesis, sedangkan pupuk adalah media tanam yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman. Pengelolaan hara dan pupuk ini erat kaitannya dengan kesuburan tanah, sehingga menjaga kandungan air dan pengendalian gulma adalah hal penting agar unsur hara tidak berkurang.

Ketiga, penerapan biofortifikasi pada pangan nasional. Biofortifikasi adalah upaya meningkatkan gizi pangan dengan harga yang terjangkau. Upaya ini dapat menjaga ketahanan pangan nasional serta membantu masyarakat menengah ke bawah untuk mendapat akses pangan yang layak dan bermutu. Hal ini juga seiring dengan nilai yang terkandung dalam CSA yaitu berkelanjutan. Contoh dari biofortifikasi yang terkenal adalah padi emas (golden rice).

Keempat, penggunaan teknologi dan penerapan inovasi untuk mengurangi kehilangan hasil dan limbah pangan (food loss and waste). Menurut FAO, ada 14% pangan dunia yang hilang dan 17% pangan terbuang. Masalah ini memprihatinkan di tengah kasus kelaparan dan kemiskinan yang melanda dunia. Contoh penerapan teknologi dan inovasi yang dapat mengurangi pangan hilang dan terbuang adalah teknologi pascapanen terpadu.

Melalui keempat inovasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan CSA adalah sebagai pendekatan dalam memandu berbagai tindakan yang diperlukan dan diterapkan pada sistem pertanian untuk menanggulangi perubahan iklim. Nah, bagaimana Sobat Tani, semakin paham bukan dengan CSA atau yang disebut juga disebut dengan Pertanian Cerdas Iklim ini?

Sobat Tani dapat berperan dengan memberikan inovasi yang memiliki prinsip adaptasi iklim dan pembangunan berkelanjutan sebagai sumbangsih dalam bidang ketahanan pertanian. Bahkan Sobat Tani juga bisa loh menjadi Petani Milenial yang mengadopsi prinsip CSA ini ke depannya. Jadi, ayo tunjukkan kontribusimu!

Penulis: Siti Zahwa Humaira | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X