Artikel

BUDI DAYA KURMA DI INDONESIA, APAKAH BISA?

dates-g0636c95d6_1920
Artikel / Pertanian

BUDI DAYA KURMA DI INDONESIA, APAKAH BISA?

Kurma menjadi salah satu makanan yang khas saat Ramadan. Buah spesial ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai takjil untuk berbuka puasa oleh umat islam, sehingga sudah tidak asing lagi jika buah ini akan sering dijumpai di toko maupun swalayan saat menjelang Ramadan.

Tahukah Sobat Tani, ternyata Indonesia termasuk dalam tiga besar negara pengimpor kurma terbesar dari Mesir. Badan Pusat Statistika (BPS) mencatat bahwa pada Kuartal I 2021, Indonesia mengimpor kurma sebesar 42,3 Juta Dolar AS. Impor kurma terjadi karena Indonesia bukan negara penghasil kurma,  sementara di bulan Ramadan permintaan konsumen akan buah ini meningkat.

Budi daya kurma di Indonesia dapat menjadi solusinya. Namun, apakah kurma buah yang berasal dari Timur Tengah ini dapat ditanam di Indonesia? Beberapa jenis kurma ternyata bisa tumbuh di daerah tropis, seperti di Thailand dan tentunya di negeri kita. Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa tanaman kurma bisa tumbuh di wilayah Nusa Tenggara Timur, bahkan kurma telah menjadi salah satu komoditas binaan Ditjen Hortikultura. Provinsi Riau menjadi salah satu lokasi yang cocok untuk ditanami pohon kurma karena kondisi iklim disana yang menyerupai negara asalnya.

Foto: istockphoto.com

Beberapa jenis pohon kurma yang cocok ditanam di Indonesia, yaitu:

  • Kurma Barhee, bibit dari kultur jaringan dengan rasa buah yang sangat manis.
  • Kurma Ajwa, jenis kurma terbaik dan favorit Rasulullah yang memiliki banyak manfaat.
  • Kurma Medjool, bibit berasal dari Arizona, Amerika Serikat.
  • Kurma Tunisia, bentuknya lonjong, warna cokelat kemerahan dengan tekstur kenyal.
  • Kurma Sukari, bibit dari Mesir dengan rasa yang manis seperti susu.
  • Kurma Safawi, jenis terbaik setelah Ajwa dengan tekstur daging buah yang lembut.

Jika Sobat Tani ingin memperbanyak tanaman kurma, bisa dilakukan dengan menggunakan benih asal biji, anakan, ataupun hasil kultur jaringan. Varietas unggul biasanya didapatkan dari hasil kultur jaringan. Metode ini menghasilkan anakan yang 100% sama dengan induknya, segera diketahui jenis kelaminnya dan lebih cepat menghasilkan buah, namun harganya lebih mahal. Kurma kultivar barhee hasil kultur jaringan bisa mencapai Rp. 560.000/bibit umur 2 tahun.

Foto: istockphoto.com

Bunga jantan dan betina pohon kurma berada pada pohon yang berbeda, sehingga perlu dilakukan penyerbukan buatan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat Sobat Tani lakukan untuk mengawinkan bunga jantan dan betina:

  1. Siapkan bunga kurma jantan. Bunga dari satu pohon kurma jantan bisa digunakan untuk menyerbuki 20–25 pohon kurma betina.
  2. Ikat bunga betina dengan menggunakan daun kurma. Potong ujung kira–kira 5 cm dengan tujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan bakal buah.
  3. Langkah berikutnya, bunga jantan dipukul-pukul ke bunga betina atau dengan menempelkan serbuk sari dan bunga betina menggunakan kuas menggunakan kertas minimal 4 jam setelah proses perkawinan.
  4. Satu bulan kemudian dapat dilihat hasilnya, bunga betina yang telah berhasil akan berwarna hijau dan untuk memelihara buah sampai panen dapat ditutup dengan menggunakan waring.

Setelah melakukan penyerbukan, Sobat Tani akan melakukan pemanenan buah. Waktu pemanenan kurma  di Indonesia berbeda dengan negara asalnya. Di Indonesia, kurma harus dipanen pada umur 150 hari dalam keadaan masih segar. Sementara, di negara asalnya dipanen pada umur 200 hari dengan tekstur kering dan warna hitam atau cokelat. Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan kondisi lingkungan di Indonesia memiliki kelembapan yang tinggi. Jika kurma di Indonesia dibiarkan panen sampai umur 200 hari, buah akan membusuk dan tidak layak dikonsumsi.

Selamat mencoba menanam pohon kurma, Sobat Tani!

Penulis: Rahayu Nurzakiah | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X