PENGGUNAAN BIODEGRADABLE MATERIAL UNTUK SUSTAINABLE FISHERIES
PENGGUNAAN BIODEGRADABLE MATERIAL UNTUK SUSTAINABLE FISHERIES
![]()
Peristiwa ghost fishing merupakan peristiwa hilangnya alat tangkap di perairan dan masih terus melakukan operasi penangkapan tanpa kontrol dari nelayan. Peristiwa ghost fishing ini diakibatkan oleh alat tangkap yang dibuang atau ditinggalkan oleh nelayan dan bisa disebut dengan istilah ghost gear. Hal tersebut biasanya berupa dalam bentuk sisa alat tangkap, atau alat tangkap yang sudah tidak digunakan/hilang.

Dilansir pada faunalystic.org terdapat data diperkirakan sebesar 48,4kt (kiloton) sampah di perairan akibat dari penggunaan pukat, dan penangkapan ikan besar-besaran. Operasi penangkapan ikan oleh industri menyumbang sekitar 50 megaton tangkapan. Alat tangkap yang berpotensi melakukan ghost fishing yang dibuang atau hilang, alat tangkaap tersebut sulit terurai karena terbuat dari bahan sintetis sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terdegradasi secara alami di perairan. Oleh karena itu diperlukan biodegradable material sebagai suatu material pengganti bahan sintetis pada beberapa bagian alat tangkap sehingga dapat mencegah fenomena ghost fishing.

Terdapat suatu alternatif pengganti bahan sintetis adalah menggunakan material alami pada beberapa bagian alat tangkap. Meskipun bahan alami memiliki sifat yang baik dalam hal bio-degradabilitas, kekuatan putus dan umur teknisnya masih lebih rendah dibandingkan dengan bahan sintetis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk meningkatkan kekuatan putus dan umur teknis material alami agar dapat berfungsi sebagai pengganti bahan sintetis pada beberapa bagian alat tangkap.
Dilansir dari platform ScienceDirect dan Hal Open Science, terdapat beberapa penelitian yang mengeksplorasi pencampuran bahan sintetis dan alami untuk alat tangkap ikan. Misalnya, beberapa penelitian berfokus pada pengembangan monofilamen yang dapat terurai secara hayati dan material biokomposit dengan menggabungkan serat alami dan polimer sintetis. Material ini dirancang untuk mempertahankan kekuatan mekanik serat sintetis sambil meningkatkan sifat biodegradabilitasnya, sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan dari alat tangkap yang terbuang.
Penelitian juga menguji penggunaan poliester yang dicampur dengan polimer yang dapat terurai secara hayati, serta serat alami seperti rami dan sisal yang dicampur dengan serat sintetis untuk pembuatan tali dan jaring. Hasilnya menunjukkan bahwa material ini memiliki performa baik dalam hal daya tahan, kekuatan tarik, dan ketahanan terhadap keausan, sambil mengurangi akumulasi plastik yang tidak dapat terurai di lingkungan lau.

Sudah dilakukan beberapa penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, Perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut dari inovasi yang telah ada, khususnya dalam hal material alat penangkapan ikan. Diharapkan pengembangan inovasi ini dapat menjadi referensi yang dapat diimplementasikan sehingga sektor perikanan global bisa terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Penulis: Kemal Fasya | Editor: Muhammad Yudistira