SAWAH TERGENANG SAAT MUSIM HUJAN, PERLUKAH MEMBUAT LUBANG BIOPORI?
SAWAH TERGENANG SAAT MUSIM HUJAN, PERLUKAH MEMBUAT LUBANG BIOPORI?
![]()
Pertanyaan:
Bulan Januari tahun 2026 tidak seperti tahun tahun sebelum nya. Curah hujan tinggi. Sawah terus menerus tergenang sampai lebih dari 10 cm. Apakah bisa membuat lubang biopori di sawah agar air hujan yang berlebih bisa masuk ke lubang biopori? Kalaupun bisa dibuat lubang biopori di sawah, diletakkan di sebelah Mana ya? Terimakasih sebelumnya
(Kasturah Rahayu)
Jawaban:
Halo, Sobat Tani.
Lubang biopori sebenarnya dirancang untuk mempercepat infiltrasi air ke dalam tanah, tetapi penerapannya di sawah yang tergenang cukup tricky. Berikut penjelasannya:
Apakah bisa membuat lubang biopori di sawah?
- Secara teknis bisa, tetapi efektivitasnya rendah jika tanah sawah sudah jenuh air dan lapisan bawahnya kedap (misalnya ada lapisan liat). Air akan tetap sulit meresap karena pori tanah tertutup.
- Lubang biopori lebih efektif di lahan pekarangan atau tanah yang tidak selalu tergenang, karena memanfaatkan ruang pori untuk resapan dan pengomposan.
Jika tetap ingin mencoba, di mana sebaiknya lubang dibuat?
- Di pematang sawah (galengan), bukan di tengah petakan sawah. Alasannya:
- Pematang biasanya lebih tinggi dan tidak selalu terendam, sehingga lubang bisa berfungsi sebagai jalur resapan.
- Air dari petakan sawah bisa mengalir ke pematang melalui rembesan.
- Pastikan lubang dibuat sedalam ±80–100 cm agar menembus lapisan tanah yang lebih porous.
Alternatif yang lebih efektif
- Saluran drainase tambahan di antara petakan sawah untuk mengalirkan air berlebih ke parit atau kolam penampungan.
- Sumur resapan di titik rendah lahan, karena kapasitasnya lebih besar dibanding lubang biopori.
Gambar kalau jika akan buat biopori di pematang

Semoga bermanfaat.
Dijawab oleh, Prof. Dr. Ir. Arief Hartono, M.Sc.Agr. | Editor: Muhammad Yudistira