Artikel

GANDENG TANI CENTER, BEM KM IPB GELAR SINERGI MENGABDI MENUJU DESA BERDAYA

Screenshot (279)
Berita / Siaran Pers

GANDENG TANI CENTER, BEM KM IPB GELAR SINERGI MENGABDI MENUJU DESA BERDAYA

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University bersama Tani Center baru saja mengadakan Kuliah Umum bertemakan “Sinergi Mengabdi Menuju Desa Berdaya”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para mahasiswa mengenai pentingnya program pengabdian masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di Indonesia.

Dengan menghadirkan Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM IPB) Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (Dr. Sofyan Sjaf) dan Founder of  Desamind Indonesia Foundation (Hardika Dwi Hermawan) sebagai pembicara dan narasumber.

Kemudian sambutan dari Kepala Tani Center IPB University (Prof. Hermanu Triwidodo), dan Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University (Muhammad Yuza Augusti). Kuliah umum ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom pada hari Minggu, 12 Juni 2022 pukul 09.00 WIB–11.45 WIB.

“Berbicara tentang desa, desa tidak bisa bergerak sendiri. Desa harus berkolaborasi, bersinergi satu dengan lainnya. Karena problematika desa adalah representatif bangsa. Kalau berbicara mengenai kemiskinan, ujungnya adalah di desa. Kalau berbicara mengenai pengangguran, maka ujungnya juga ada di desa,” ujar Wakil Kepala LPPM IPB.

Desa adalah identitas. Jika hari ini kita tidak bisa menggambarkan desa dengan baik, maka cost control pembangunan akan terjadi. Angka ketimpangan di sekitar kampus cukup rendah yaitu 0,38%, artinya kondisinya sangat menyimpang.

Ketimpangan ini menjadi kritik, apakah pengetahuan yang lahir atau inovasi dari kampus bisa memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Sofyan juga mengatakan kita perlu memberhentikan program-program pengabdian masyarakat yang membakar uang, maksudnya program yang tidak memberikan dampak bagi masyarakat.

Masyarakat benar-benar merasakan dengan kehadiran IPB. Dengan adanya Covid-19 juga memberikan nilai positif bagi kita, seperti menyadarkan bahwa pangan adalah soal mati-hidupnya suatu bangsa, menegaskan bahwa sejatinya pembangunan ekonomi Indonesia adalah pembangunan sektor pertanian.

Pemateri kedua, Hardika memaparkan mengenai Desamind merupakan organisasi sosial di bawah naungan Desamind Indonesia Foundation yang bergerak sebagai partner masyarakat desa dalam bidang pendidikan dan sosial untuk membentuk masyarakat yang maju, berdaya saing dan melek peradaban.

Dilatarbelakangi oleh mindset dan ketimpangan, World Class x Grassnoot Understanding, kurangnya penggerak di desa, dan disparitasi informasi. Beberapa program yang dilakukan Desamind di antaranya Beasiswa Desamind, Desamind Leadership Champ (DLC), Mind-Talk, Mind-Cloud & Mind-Stream, Desamind Award, Lilin-lilin Desamind (LLD) Community, dan masih banyak lagi.

Beasiswa Desamind diperuntukkan mahasiswa Sarjana/D4 yang KTP-nya dari desa. Penerima dari beasiswa ini tidak hanya didorong untuk bergerak namun juga menggerakkan masyarakat, jadi penerima beasiswa ini wajib memiliki program sosial di desa.

“Banyak aktivis kampus tidak bisa menjadi aktivis di desa,” ujar Hardika.

Konsultasi

    X