Artikel

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERJADI KANKER PADA BATANG TANAMAN KAKAO?

Picture 24
Artikel / Hama dan Penyakit Tanaman

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERJADI KANKER PADA BATANG TANAMAN KAKAO?

Salah satu penyakit penting pada tanaman kakao adalah penyakit kanker batang kakao. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytopthora palmivora. Cendawan ini tidak hanya menyebabkan kanker batang, tetapi juga menyebabkan busuk buah kakao.

Gejala penyakit ini ditunjukkan dengan menggelembungnya bagian batang atau cabang, kulit batang/cabang agak berlekuk, dan berwarna lebih gelap atau kehitaman, seperti pada gambar (a). Sering terdapat cairan kemerahan yang tampak seperti lapisan karat, seperti pada gambar (b). Jika lapisan kulit luar dikupas, maka akan tampak lapisan di bawahnya membusuk dan berwarna merah anggur, seperti pada gambar (c).

Foto: Matitaputty A. et al. (2014)
Foto: Ditlinbun

Cendawan dapat terbawa oleh percikan air hujan ke buah-buah kakao yang berada di dekat tanah. Cendawan Phytopthora palmivora memiliki kemampuan bertahan di dalam tanah dalam bentuk klamidiospora. Cendawan menginfeksi buah dan menyebabkan busuk buah kakao. Beberapa hari setelah infeksi pada buah, cendawan akan menghasilkan sporangium. Sporangium dapat menyebar ke bagian tanaman lain dengan bantuan air hujan, angin, hewan, atau aktivitas manusia di kebun.  Phytopthora palmivora akan berkembang dan menjalar melalui tangkai dan menyerang bantalan bunga hingga mencapai batang dan menyebabkan kanker batang kakao.

Penyebaran akan semakin cepat saat musim hujan atau jika kondisi kebun terlalu lembab dan sering tergenang. Pertumbuhan spora cendawan sangat cepat pada suhu 27,5 sampai 30 oC.

Cara Pengendalian Kanker pada Batang Kakao

  1. Mengupas kulit batang yang membusuk sampai batas kulit sehat yang ditunjukkan dengan jaringan kulit yang berwarna putih, kemudian diolesi dengan asap cair, arang, atau fungisida berbahan aktif tembaga konsentrasi 5%.
  2. Apabila infeksi sudah melingkari bagian batang, maka tanaman tersebut dipotong atau dibongkar.
  3. Aplikasi metabolit sekunder agens pengendalian hayati (MS APH) dengan infus akar/batang untuk meningkatkan vigor tanaman. Beberapa agens hayati yang menghasilkan metabolit sekunder, di antaranya:
    • Golongan jamur (Trichoderma sp., Beauveria sp., Metarhizium sp., dll)
    • Golongan bakteri (Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, dll)
  1. Tingkat infeksi penyakit ini sangat dipengaruhi oleh penyakit busuk buah karena disebabkan oleh patogen yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan sanitasi terhadap buah yang busuk dengan mengumpulkan dan membenamkannya pada tanah sedalam 30 cm untuk mencegah penularan penyakit.
  2. Menjaga kelembaban kebun agar tidak terlalu tinggi dengan cara mengatur naungan dan pemangkasan tanaman kakao serta memperbaiki drainase kebun.

Penulis: Besse Dini Indriani | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X