Artikel

BUKAN SEKEDAR DIJEMUR: CARA CERDAS BIKIN IKAN ASIN LEBIH HIGIENIS

BUKAN SEKEDAR DIJEMUR CARA CERDAS BIKIN IKAN ASIN LEBIH HIGIENIS
Artikel / Pengolahan Hasil Perikanan / Perikanan / Perikanan Tangkap

BUKAN SEKEDAR DIJEMUR: CARA CERDAS BIKIN IKAN ASIN LEBIH HIGIENIS

Loading

Artikel populer – Diadaptasi dari jurnal ilmiah “Penerapan Teknik Pengeringan Ikan Laut secara Higienis kepada Masyarakat Pesisir Pulau Karimata” oleh Lucky Hartanti dan Syarif Irwan Nurdiansyah (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, Vol. 5 No. 2, 2024)

 

Di kawasan pesisir Indonesia, ikan asin dan cumi kering menjadi produk laut kering unggulan. Hal tersebut didukung oleh ekosistem utama perairannya seperti terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau.

Namun dibalik potensi besar tersebut, masyarakat pesisir termasuk nelayan bahkan umum masih mengolah ikan asin dengan cara tradisional yang sederhana. Ikan segar direbus, ditiriskan, lalu dijemur langsung di bawah sinar matahari di ruang terbuka. Cara ini menyimpan kelemahan jika melakukan penjemuran di atas tikar atau bahkan langsung di tanah akan rentan terkena terkontaminasi pasir, debu, kotoran ternak serta dilahap oleh hewan lain.

Pengeringan yang tidak merata juga terjadi yang membuat posisi ikan harus terus dibolak-balikan agar terjemur secara sempurna. Akibatnya, produk ikan asin ini sulit menembus pasar ikan modern karena belum memenuhi standar kelayakan dan kebersihan.

Mengatasi hal tersebut, terdapat langkah-langkah yang lebih higienis agar kualitas produk ikan kering/asin meningkat.

Langkah-langkah Pengolahan Ikan Asin yang Higienis

  1. Persiapan Ikan

    Pilih jenis ikan sesuai ukuran: ikan teri diolah utuh, ikan berukuran  besar (kembung/karang) dibelah badannya terlebih dahulu

  1. Penyiangan dan Pencucian

    Bersihkan ikan dari kotoran, sisik, dan bagian yang tidak diperlukan. Lalu cuci ikan hingga bersih sebelum diolah lebih lanjut.

  1. Pemasakan/Perebusan

    Rebus ikan menggunakan air bersih. Gunakan air sekali pakai untuk memasak, hindari menggunakan air rebusan berulang

  1. Penggaraman

    Tambahkan garam dengan konsentrasi yang tepat untuk membantu pengawetan. Penggaraman dapat dilakukan sebelum atau sesudah pemasakan, tergantung jenis ikan

  1. Penirisan

    Tiriskan ikan pada wadah berlubang atau berongga. Tujuannya agar sisa air dapat mengalir keluar dari tubuh ikan secara sempurna

  1. Penjemuran/Pengeringan

    Jemur ikan di tempat yang lebih tinggi, tidak langsung di atas tanah. Gunakan rak atau bale-bale penjemuran agar posisi ikan lebih tinggi dari permukaan tanah. Tempatkan area penjemuran jauh dari sumber debu, pasir, dan keramaian. Gunakan jaring pelindung untuk mencegah kontaminasi debu, pasir, dan kotoran hewan (ayam, kucing, dll. Pastikan ikan terkena sinar matahari secara merata agar proses pengeringan optimal dan berfungsi sebagai disinfektan alami

  1. Pengawasan Kebersihan Selama Proses

    Jaga kebersihan alat dan lokasi pengolahan sepanjang proses. Hindari kontak ikan dengan hewan ternak atau sumber kotoran lainnya

Penerapan langkah-langkah pengolahan ikan yang lebih higienis ini menjadi bukti bahwa perbaikan kualitas produk laut kering tidak selalu membutuhkan biaya besar atau teknologi rumit. Dengan konsistensi menjaga kebersihan di setiap tahap—mulai dari pemilihan ikan hingga proses penjemuran, masyarakat pesisir dapat menghasilkan ikan asin dan cumi kering yang lebih aman dikonsumsi serta bebas dari kontaminan.

 

Penulis & Editor: Jonathan Octo Ricardo Marpaung

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame