Artikel

LELE DALAM GALON, APAKAH BENAR-BENAR MENGUNTUNGKAN?

https://trubus.id/budikdamber-kangkung-di-atas-lele-di-bawah/
Artikel Konsultasi / Perikanan

LELE DALAM GALON, APAKAH BENAR-BENAR MENGUNTUNGKAN?

Loading

Pertanyaan:

Saya mau membudidayakan ikan lele dalam galon dan di atasnya ditanami kangkung. Berapa proyeksi biaya per hari, apakah usaha ini menguntungkan atau merugikan? Selain itu, berapa kebutuhan pakan lele setiap harinya?

(Hanifah Elita Rahmawati)

Jawaban:

Halo, Sobat Tani dan Nelayan

Terima kasih telah bertanya kepada Pakar IPB University.
Budidaya lele menggunakan galon pada dasarnya lebih cocok sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan yang sempit atau sebagai media pembelajaran skala rumah tangga. Namun, apabila tujuan budidaya adalah untuk usaha komersial, penggunaan galon dinilai kurang efisien karena membutuhkan banyak wadah dan waktu lebih lama dalam pengelolaannya, terutama saat pemberian pakan dan perawatan.

Untuk budidaya pembesaran lele yang berorientasi usaha, disarankan menggunakan wadah yang lebih luas, seperti bak terpal berukuran sekitar 12 m² atau lebih. Selain biaya pembuatannya relatif terjangkau, pengelolaannya juga lebih mudah dan efisien.

Dalam budidaya lele, komponen biaya terbesar berasal dari pakan, yaitu sekitar 60–80% dari total biaya produksi. Secara umum, dibutuhkan sekitar 1,1–1,3 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg bobot lele. Apabila harga pakan sekitar Rp12.000 per kilogram, maka biaya pakan untuk menghasilkan 1 kg ikan lele berkisar antara Rp13.200–Rp15.600.

Dengan asumsi biaya pakan mencapai 80% dari total biaya produksi, maka total biaya untuk menghasilkan 1 kg lele diperkirakan sekitar Rp19.500. Selanjutnya, keuntungan usaha dapat dihitung dengan membandingkan biaya produksi tersebut dengan harga jual lele di pasaran.

Untuk memperkirakan biaya harian, biaya produksi dapat dibagi berdasarkan lama masa pemeliharaan, yaitu sekitar 2,5–3 bulan hingga panen. Namun, perlu dipahami bahwa pengeluaran pakan tidak sama setiap hari. Pada fase awal kebutuhan pakan masih rendah, sedangkan menjelang panen konsumsi pakan meningkat sehingga biaya harian pada akhir pemeliharaan akan lebih besar dibandingkan pada awal pemeliharaan.

Sementara itu, kebutuhan pakan harian mengikuti ukuran dan umur ikan. Umumnya, benih lele diberi pakan sekitar 3–5% dari total bobot biomassa per hari yang dibagi menjadi 2–3 kali pemberian. Seiring pertumbuhan ikan, jumlah pakan disesuaikan berdasarkan bobot total ikan di dalam kolam agar pertumbuhan tetap optimal dan pakan tidak terbuang.

Dengan demikian, budidaya lele dalam galon lebih direkomendasikan untuk skala hobi, edukasi, atau pemanfaatan lahan sempit. Jika tujuan utamanya memperoleh keuntungan ekonomi, penggunaan kolam terpal atau wadah berkapasitas lebih besar akan memberikan efisiensi dan potensi keuntungan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh: Dr. Wiyoto, S.Pi., M.Sc. | Editor: Muhammad Yudistira

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame