Artikel

PENANGANAN PASCA PANEN UNTUK SAYURAN

pexels-matheus-cenali-2733918
Artikel / Hortikultura / Pertanian

PENANGANAN PASCA PANEN UNTUK SAYURAN

Dikarenakan fisiologi metabolisme produk itu sendiri dan karena berbagai macam kerusakan baik itu karena mesin, cuaca ataupun penyakit, kualitas produk hortikultura setelah panen bisa menurun dan buruk, sehingga menyebabkan harga turun. Oleh sebab itu penanganan pasca panen dipandang penting.

https://www.pexels.com/


Dalam hal ini sayuran dibagi menjadi 2 jenis: (1) Sayurang yang tahan dingin pengumpanan yang paling baik adalah mendekati 0 derajat celcius, diatas suhu air, (2) Sayuran yang tidak tahan dingin (mudah rusak karena dingin) penyimpananannya harus diatas suhu kritis.
Sayuran mudah kehilangan kadar air sehingga penyimpananannya membutuhkan kelembaban 95 – 100 %. Daun sayuran pantang terendam air, karena akan mudah busuk. Penanganan pasca panen sayuran sebaiknya mengikuti aturan sebagai berikut:

Panen
Pilih panen disaat suhu agak rendah (pagi hari atau petang hari). Jika panen dibawah terik matahari gunakan alat untuk menahan sinar matahari seperti payung, jaring dan lain-lain. Setelah panen produk harus dihindarkan dari terik matahari langsung.


Pembenahan dan pembersihan / Sortasi
Pembenahan disini meliputi membuang daun yang kuning dan busuk, melakukan grading (menggolong-golongkan menurut mutu). Sayuran yang ada akarnya harus dibersihkan untuk menghilangkan tanah pada akar.
Daun sebisa mungkin tidak dicuci, karena akan mempercpet pembusuka. Pencucian harus menggunakan air bersih untuk menghindari penularan penyakit.


Pengemasan
Penggunaaan kardus atau keranjang plastik bisa memperkecil kerusakan dan kerugian, selain itu bisa juga digunakan keranjang bambu atau kotak kayu.


Pra pendinginan (pre cooling)
Pada sayuran yang membutuhkan suhu rendah untuk mempertahankan kesegaran dan kualitasnya, dapat dipertimbangkan untuk melakukan para pendinginan sebelum atau sesudah pengemasan. Cara-cara pra pendinginan antara lain: pendinginan dengan uap, pendinginan dengan air, air es, pecahan es, hampa udara dan lain-lain sesuai dengan karakteristik masing-masing sayuran.


Pengiriman
Proses bongkar muat dan distribusi adalah proses yang dapat menimbulkan karusakan. Sehingga bongkar muat barang harus dilakukan dengan hati-hati. Cara penyusunan barang pada alat transportasi harus mempertimbangkan kemamouan wadah (kemasan) dalam menanggung tekanan, menghindari penumpukan yang banyak sehingga mengakibatkan produk paling bawah rusak karena tertimbun.


Penyimpanan
Sebagian besar an tidak tahan penyimpanan dalam waktu yang lama. Sayuran sebaiknya dipanen pada saat cuaca cerah dan bagian yang rusak karena penyakit harus dihilangkan. Penyimpanannya harus memperhatikan kondisi-kondisi seperti kelembaban harus mencapai kurang lebih 95%, mengusakan suhu dalam pendingin stabily, menurunkan kepekatan gas Ethylene diruang penyimpanan, menghindari mencampur dalam ruang penyimpanan bersama-sama dengan buah-buahan yang mengandung gas ethylene seperti apel dan pear.
Contoh:
– Cabbage: suhu peyimpanan yang paling baik adalah 0-2 derajat celcius, kelembaban 98-100%, udara dalam penyimpanan mengandung 2,5 – 5% O2, 2,5 – 5%CO2. Dengan kondisi diatas kubis dapat bertahan kira-kira 3 bulan.
– Chinese cabbage paling baik disimpan pada suhu 0 drajat celcius dan kelembaban 95-100%, lama waktu penyimpanan kira-kira 1,5 – 2 bulan.

Oleh : IPB Digitani

Konsultasi

    X