Artikel

HAMA YANG MENYERANG TANAMAN KEDELAI

soy-g23059e111_1920
Artikel / Hama dan Penyakit Tanaman

HAMA YANG MENYERANG TANAMAN KEDELAI

Kedelai telah menjadi pangan primadona, bukan hanya karena olahannya yang sangat beraneka macam, tapi juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Kedelai memiliki sumber protein nabati paling menyehatkan dengan harga yang relatif murah, sehingga hal ini mengakibatkan kedelai menjadi “makanan rakyat” Indonesia.

Sampai saat ini, produksi kedelai Indonesia relatif sangat rendah dibandingkan dengan kebutuhan penduduk yang terus meningkat. Salah satu disinsentif petani untuk membudidayakan tanaman kedelai adalah hama dan penyakit pada kedelai yang cenderung lebih banyak dibandingkan dengan palawija lain.

Selain itu, gejala serangan hama sering kali menunjukkan gejala yang mirip dengan defisiensi atau ketidakseimbangan hara. Salah satu dasar untuk melakukan pengendalian yang tepat adalah dengan mengidentifikasi penyebab gejala, sehingga dapat melakukan pengendalian yang tepat. Yuk, langsung kita bahas, Sob!

Lalat Kacang

  • Lalat bibit kacang (Ophiomyia phaseoli). Serangan lalat kacang akan menyerang pada fase tanaman muda (0-10 HST). Serangan ditandai oleh bintik-bintik putih pada keping biji dan daun pertama atau kedua.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
  • Lalat batang (Melanagromyza sojae). Adanya bintik-bintik pada daun dan lubang gerekan pada batang yang dapat menyebabkan tanaman layu hingga mati.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
  • Lalat pucuk (Melanagromyza sojae). Populasi serangan tinggi menyebabkan seluruh helai daun layu. Kematian pucuk terjadi pada saat pembungaan.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Pengisap Daun

  • Kutu kebul (Bemisia tabaci). Tanaman tampak berwarna hitam akibat embun jelaga. Kutu kebul merupakan vektor penyakit CMMV (Cowpea Mild Mottle Virus).
  • Kutu daun (Aphis glycines). Tanaman menjadi kerdil dengan menyerang kedelai muda sampai tua. Serangga ini juga bertindak sebagai vektor beberapa virus pada kedelai.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
  • Tungau merah (Tetranychus cinnabarius). Daun tampak berwarna kekuningan dan dijumpai jaringan benang halus yang digunakan tungau untuk berpindah.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Pemakan Daun

  • Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa). Imago dan larvanya aktif memakan bagian tanaman.   Morfologi tubuh imago berbentuk kubah dengan warna dominan hitam mengkilap sedangkan larva berwarna abu-abu.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
  • Ulat grayak (Spodoptera litura). Memakan daun dan polong muda. Daun tampak tersisa hanya bagian epidermis dan tulangnya saja, sehingga daun terlihat berwarna putih dari jauh.
Foto: kampustani.com
Foto: commons.wikimedia.org
  • Ulat jengkal (Chryodeixis chalcites). Memakan daun dari arah pinggir. Serangan berat akan menyisakan tulalng daun saja. Menyerang saat fase pengisian polong.  
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Hama Perusak Polong

  • Ulat buah (Helicoverpa armigera). Menyerang polong dengan kepala dan sebagian tubuhnya masuk ke dalam polong.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
  • Penggerek polong (Etiella zinckenella). Ulat instar 1 dan 2 menggerek polong, biji serta hidup di dalamnya. Setelah instar 2 ulat hidup di luar biji.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
  • Kepik hijau (Nezara viridula). Merusak polong dan biji menyebabkan penurunan hasil dan kualitas biji menyebabkan polong hampa dengan menusuk polong dan biji pada semua stadia pertumbuhan tanaman. Kepik penghisap polong (Riptortus linearis). Menyebabkan polong dan biji kempis kemudian mengering dan polong gugur. Kepik dewasa mirip dengan walang sangit.
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id
Foto: balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Penulis: Millenia Dzikra Az Zahra | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X