Artikel

CUKUP DENGAN DUA BAHAN INI KAMU DAPAT MENGUSIR HAMA BUAH KAKAO

CUKUP DENGAN DUA BAHAN INI KAMU DAPAT MENGUSIR HAMA BUAH KAKAO
Artikel / Hama dan Penyakit Tanaman / Nutrisi Bahan Pangan / Pertanian

CUKUP DENGAN DUA BAHAN INI KAMU DAPAT MENGUSIR HAMA BUAH KAKAO

Loading

Siapa yang tidak mengenal coklat? Makanan manis yang digemari semua orang ini berasal dari biji kakao (Theobroma cacao) yang menjadi bahan baku pembuatan berbagai macam makanan dan minuman, seperti brownies, Dubai chewy cookie, selai coklat, puding, hingga berbagai macam olahan lainnya. 

Kakao juga merupakan eksportir subsektor pertanian terbesar ke tiga setelah kelapa sawit dan karet. Kakao juga menjadi salah satu komoditas penting penghasil devisa negara yang menunjukkan bahwa kakao memegang peran penting dlaam peningkatan perekonomian.  

Namun, salah satu hambatan terbesar yang menurunkan produktivitas kakao adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Hama utama yang ada di perkebunan kakao ialah kepik pengisap buah kakao (Helopeltis spp.) dan hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella).  

Helopeltis spp. Merupakan salah satu hama penting yang hingga kini permasalahannya sulit ditangani. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini diantaranya timbul bercak bercak hitam di kulit buah kakao dan buah menjadi kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta bentuknya mengerut dan buah berukuran kecil.  

Berbagai teknik pengendalian telah dilakukan untuk mengatasi serangan kepik pengisap buah kakao, akan tetapi hingga kini belum ada metode pengendalian yang benar benar efektif untuk menekan kerugian. Salah satu metode pengendalian, yaitu penyelubungan buah dengan kantong plastik setelah ukuran buah dirasa telah cukup besar. Namun, harga plastik yang terus mengalami kenaikan dan menyebabkan pencemaran lingkungan dalam waktu jangka panjang karena plastik sulit terurai serta penyelubungan buah dengan plastik juga menyebabkan buah menjadi lembab dan mudah terinfeksi penyakit busuk buah oleh Phytophtora palmivora menyebabkan metode ini kurang dianjurkan.

Insektisida sintetik adalah pengendalian yang umum dilakukan karena dianggap memiliki kemampuan pengendalian yang lumayan baik dibanding metode yang lainnya. Namun, penggunaan insektisida yang tidak bijaksana dapat berdampak negatif akan menimbulkan bebagai dampak negatif, speperti gejala resistensi, menimbulkan pencemaran lingkungan, memengaruhi keseimbangan ekosistem, dan gangguan kesehatan petani yang mengaplikasikannya. 

Insektisida Nabati sebagai Upaya Mengurangi Penggunaan Insektisida Sintetik

Upaya untuk mengurangi penggunaan insektisida sintetik dapat mengunakan insektisida nabati dengan bahan-bahan yang mudah digunakan dan tidak menumbulkan residu kimia yaitu diantaranya seperti berikut.

1. Tanaman serai wangi

Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) ternyata tidak hanya bermanfaat sebagai bahan dapur atau pengharum ruangan, tetapi juga memiliki potensi sebagai pestisida alami. Hal ini karena serai wangi mengandung minyak atsiri yang bersifat racun bagi hama tanaman, sehingga dapat membantu petani mengendalikan organisme pengganggu tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bahan kimia sintetis.

2. Tanaman Mengkudu

Mengkudu (Morinda citrifolia L.), buah yang selama ini dikenal sebagai tanaman obat tradisional, ternyata juga menyimpan potensi besar sebagai pestisida nabati. Di dalam buah mengkudu terkandung berbagai senyawa alami seperti minyak atsiri, alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, polifenol, dan antrakuinon. Kombinasi senyawa-senyawa ini mampu membuat serangga hama kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga populasinya dapat ditekan secara alami.

Serai wangi dan mengkudu membuktikan bahwa alam menyimpan solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan hama tanaman. Kandungan senyawa aktif pada mengkudu, bekerja dengan berbagai mekanisme mulai dari mengusir, meracuni, hingga menghambat pertumbuhan serangga hama. Pemanfaatan kedua tanaman ini sebagai insektisida nabati tidak hanya menjadi alternatif yang efektif, tetapi juga lebih aman bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan dibandingkan pestisida kimia sintetis. Ke depan, pengembangan insektisida nabati berbasis serai wangi dan mengkudu berpotensi menjadi langkah nyata menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Nasywa Nur Azizah | Editor: Jonathan Octo R. Marpaung

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame