Artikel

AEROPONIK: SOLUSI BERTANI BUKAN LAGI DENGAN TANAH DAN AIR

25 nov
Artikel / Teknologi Pertanian

AEROPONIK: SOLUSI BERTANI BUKAN LAGI DENGAN TANAH DAN AIR

Sebagaimana yang kita tahu Sob, semakin hari jumlah penduduk di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal tersebut diakibatkan oleh tingginya angka kelahiran di Indonesia. Pertambahan jumlah penduduk jelas berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan, baik itu untuk pemukiman atau pertanian. Sempitnya lahan pertanian, khususnya di kota-kota besar mengakibatkan menurunnya jumlah produksi hasil pertanian. Lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat bercocok tanam, kini perlahan mulai terkikis digantikan oleh perumahan, pertokoan, dan lain sebagainya.

Permasalahan tersebut sebenarnya bukan tanpa solusi. Contohnya banyak penduduk yang tinggal di perkotaan dan minim lahan pertanian sudah mulai menerapkan metode tanam tanpa tanah yaitu hidroponik. Sesuai dengan namanya, hidroponik merupakan metode penanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tanam. Adapun nutrisi yang biasanya didapatkan dari tanah berupa unsur hara digantikan dengan nutrisi buatan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Selain hidroponik, metode penanaman tanpa media tanah adalah aeroponik. Pada dasarnya, aeroponik memiliki kemiripan dengan hidroponik karena sama-sama metode penanaman yang berbasis air. Metode ini dapat diartikan sesuai dengan namanya yaitu “aero” yang berarti “udara” dan “phonic” yang berarti “cara budi daya”. Secara harfiah, aeroponik merupakan cara bercocok tanam di udara atau bercocok tanam dengan sistem pengkabutan di mana akar tanamannya menggantung di udara tanpa media tanah dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying ke akarnya.

Penerapan aeroponik sebagai metode penanaman dapat ketergantungan ketersediaan tanah dan rotasi lahan. Produk hasil pertanian yang dihasilkan dari metode ini bersih dan sehat. Melalui metode ini, penanaman dapat dipastikan bisa berlangsung sepanjang musim, tidak tergantung pada iklim ataupun cuaca, sehingga produktivitasnya relatif konstan walaupun pada musim penghujan atau musim kering. Sama halnya dengan sistem pada hidroponik, nutrisi pada aeroponik dapat terpenuhi dengan baik karena bisa diatur dengan ukuran (formula) sesuai kebutuhan tanaman.

Budi daya aeroponik cenderung lebih aman dari serangan hama dan penyakit tanaman lainnya. Sistem penanaman dengan metode ini bisa dipindah-pindah tanpa mengganggu pertumbuhan. Saat dipindahkan, tanam bisa langsung tumbuh tanpa aklimatisasi (penyesuaian terhadap lingkungannya). Namun, kualitas hasil produksi tanaman dengan metode ini juga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Metode aeroponik memerlukan green house di area sempit (container) dengan suplai listrik yang relatif besar.

Penulis: Alif Zikri Fadhali | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X