Artikel

MITOS ATAU FAKTA: APAKAH IKAN TERBANG BISA TERBANG?

20230720 at 10.00 - MITOS ATAU FAKTA APAKAH IKAN TERBANG BISA TERBANG (2)
Artikel / Biota Air Tawar dan Laut / Perikanan

MITOS ATAU FAKTA: APAKAH IKAN TERBANG BISA TERBANG?

Loading

Torani atau Ikan Terbang adalah anggota dari famili ikan laut yang dikenal sebagai Exocoetidae. Kata “Exocoetidae” berasal dari bahasa Latin, yaitu exocoetus, yang berarti “ikan yang tidur di tepi pantai”.

Ciri khas dari Ikan Terbang terletak pada siripnya yang memanjang. Selain itu, hewan ini memiliki tubuh yang ramping dan dapat membantu mereka untuk melayang di udara.

Sketsa Tubuh Ikan Terbang (Foto: Europeana CC0 Images)

Ikan Terbang dapat hidup di semua lautan. Hewan ini dapat bertahan di perairan tropis dan subtropis dengan kedalaman sekitar 200 meter.

Ikan Terbang memiliki strategi unik untuk menghindari pemangsanya. Hewan ini biasanya terbang ke udara ketika diburu oleh predator yang berukuran lebih besar dari tubuhnya, seperti ikan todak atau ikan marlin.

Dilansir dari Ocean Conservancy, Ikan Terbang sebenarnya tidak benar-benar bisa “terbang” seperti yang dibayangkan. Hewan ini tidak bisa terbang layaknya seekor burung yang mengepakkan sayapnya untuk mengudara.

Ikan Terbang memiliki kemampuan berenang dengan kecepatan yang tinggi, yaitu sekitar lebih dari 35 mil per jam. Hewan ini menggunakan peluang tersebut untuk melompat keluar dari air dan menggerakkan siripnya untuk bergerak maju di udara.

Uniknya, ikan terbang dapat melayang hingga mencapai jarak sekitar 650 kaki atau setara dengan lebih dari sepersepuluh mil. Namun, hal tersebut juga dapat membahayakan dirinya ketika dihadapkan oleh seekor burung sebagai predatornya.

Ikan Terbang dapat bertahan lebih lama di udara dengan mengepakkan ekornya. Penerbangan terjauh yang pernah tercatat diketahui mencapai 1.312 kaki.

Ikan Terbang merupakan komponen penting dalam ekosistem laut yang berkelanjutan. Populasi hewan ini tergolong baik, sebagaimana yang tercatat pada daftar Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

Penulis: Nurma | Editor: Chelvi Agnariosa

 

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame