TAK HANYA UNTUK JAMU, KENCUR TERBUKTI MAMPU MENINGKATKAN PERFORMA DOMBA
TAK HANYA UNTUK JAMU, KENCUR TERBUKTI MAMPU MENINGKATKAN PERFORMA DOMBA
![]()
Produktivitas domba sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang dikonsumsi setiap hari. Pada sistem pemeliharaan tradisional, pakan yang diberikan sering kali belum mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara optimal, sehingga pertumbuhan domba menjadi lambat dan performanya kurang maksimal. Kondisi ini menjadi tantangan bagi peternak, terutama dalam meningkatkan bobot badan dan efisiensi pakan tanpa bergantung pada bahan tambahan sintetis. Salah satu solusi yang mulai banyak diteliti adalah pemanfaatan tanaman herbal sebagai feed additive alami, salah satunya kencur (Kaempferia galanga L.). Tanaman rimpang ini dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan membantu pemanfaatan nutrisi pakan secara lebih efisien.
Kencur mengandung berbagai senyawa aktif seperti minyak atsiri, flavonoid, fenol, serta senyawa metabolit sekunder lainnya yang memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan mampu meningkatkan nafsu makan ternak. Dalam bidang peternakan, kencur mulai dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan alami untuk meningkatkan performa ternak ruminansia, termasuk domba. Penelitian Deviary et al. (2024) mengkaji pengaruh pemberian tepung kencur dalam ransum terhadap performa produksi, kecernaan nutrien, dan ukuran tubuh domba.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kencur dalam ransum memberikan pengaruh positif terhadap performa domba. Domba yang memperoleh tambahan tepung kencur memiliki konsumsi pakan yang lebih tinggi serta mengalami peningkatan pertambahan bobot badan harian dibandingkan kelompok kontrol. Kondisi ini diduga terjadi karena senyawa aktif dalam kencur mampu meningkatkan palatabilitas (tingkat kesukaan ternak terhadap pakan) sekaligus mendukung aktivitas mikroba rumen, sehingga proses fermentasi pakan berlangsung lebih optimal.
Selain meningkatkan pertumbuhan, pemberian tepung kencur juga terbukti meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Kecernaan yang lebih baik menunjukkan bahwa nutrisi di dalam pakan dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh secara lebih efisien. Semakin tinggi tingkat kecernaan, semakin besar pula energi dan protein yang dapat digunakan ternak untuk membentuk jaringan otot dan menunjang pertumbuhan. Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi peternak karena pemanfaatan pakan menjadi lebih optimal.
Pengaruh positif juga terlihat pada perkembangan ukuran tubuh domba, seperti lingkar dada, panjang badan, dan tinggi pundak. Domba yang diberi tepung kencur menunjukkan ukuran tubuh yang lebih baik dibandingkan domba tanpa perlakuan. Peningkatan ukuran tubuh tersebut menjadi indikator bahwa pertumbuhan tulang dan otot berlangsung lebih optimal, sehingga performa ternak secara keseluruhan ikut meningkat.
Menariknya, penggunaan tepung kencur sebagai bahan tambahan pakan tidak menunjukkan efek negatif terhadap kesehatan domba selama penelitian berlangsung. Hal ini menjadikan kencur sebagai salah satu alternatif feed additive alami yang berpotensi menggantikan bahan tambahan sintetis. Selain mudah diperoleh di Indonesia, harga kencur juga relatif terjangkau sehingga berpeluang diterapkan pada peternakan rakyat maupun skala komersial.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tepung kencur berpotensi menjadi inovasi pakan herbal yang mampu meningkatkan performa, efisiensi pemanfaatan nutrisi, serta pertumbuhan domba secara alami. Pemanfaatan bahan lokal seperti kencur tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga mendukung sistem peternakan yang lebih sehat, ekonomis, dan berkelanjutan. Ke depan, penelitian mengenai dosis optimal serta formulasi pakan berbasis herbal diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan tanaman obat Indonesia dalam dunia peternakan.
Penulis: Davina Alyza | Editor: Muhammad Yudistira