5 FAKTA PENEMUAN IKAN GUA BUTA UNIK DAN LANGKA DI BOGOR

5 FAKTA PENEMUAN IKAN GUA BUTA UNIK DAN LANGKA DI BOGOR

Ikan gua buta adalah spesies ikan yang telah beradaptasi dengan lingkungan gua yang gelap dan terisolasi, sehingga mengalami berbagai perubahan bentuk dan fungsi tubuh. Ciri khas utama ikan gua buta adalah hilangnya fungsi penglihatan, di mana matanya mengalami reduksi atau bahkan menghilang sepenuhnya. Adaptasi ini memungkinkan mereka bertahan di habitat dengan cahaya yang minim atau tidak ada sama sekali.
Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan spesies ikan gua buta baru di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penemuan ini diumumkan melalui Siaran Pers BRIN pada 27 Februari 2025. Ikan yang diberi nama Barbodes klapanunggalensis ini merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di perairan bawah tanah dan memiliki karakteristik unik, seperti tubuh pucat tanpa pigmen dan tidak memiliki mata.
Keberadaan spesies ini menambah daftar keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di ekosistem gua. Berikut beberapa fakta menarik tentang Barbodes klapanunggalensis yang perlu diketahui.
1. Proses Penemuan Yang Unik
Barbodes klapanunggalensis adalah spesies ikan gua buta yang baru diidentifikasi melalui penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Indonesian Speleological Society (ISS), dan Yayasan Species Obscura Indonesia. Spesies ini dikonfirmasi sebagai ikan gua yang sepenuhnya buta dan tidak memiliki pigmen. Ciri tersebut disebabkan karena spesies ini telah beradaptasi secara ekstrem dengan lingkungan gua yang gelap dan terisolasi.
Spesies ini pertama kali diamati pada Agustus 2020, ketika lebih dari 20 individu ikan buta dan tanpa pigmen terlihat di dalam gua. Namun, pada saat itu, tidak ada spesimen yang berhasil dikoleksi untuk penelitian lebih lanjut. Pada Juli 2022, tim peneliti kembali ke lokasi dan berhasil mengoleksi dua spesimen dari kolam yang sama. Setelah dilakukan penelitian mendalam, spesimen tersebut dikonfirmasi sebagai spesies baru. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam Jurnal ZooKeys untuk memperkuat bukti keanekaragaman hayati di ekosistem gua Indonesia.
2. Ciri Morfologi Yang Menarik
Barbodes klapanunggalensis memiliki karakteristik morfologi yang unik dan khas sebagai ikan gua. Spesies ini tidak memiliki mata, di mana matanya telah mengalami reduksi total hingga menyisakan cekungan orbital yang tertutup kulit. Selain itu, tubuhnya berwarna putih keperakan karena tidak memiliki pigmen hitam atau melanofor, sehingga tampak transparan dan berbeda dari ikan gua lainnya.
Ciri khas lainnya terletak pada sirip dada dan sirip perut yang relatif panjang. Ikan ini juga memiliki sisik aksial yang pendek dengan ujung membulat, yang semakin menunjukkan adaptasinya terhadap lingkungan gua yang gelap.
3. Habitat Yang Sulit Diakses
Ikan ini hanya ditemukan di Gua Cisodong 1, yang terletak di kawasan karst Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Spesies ini hidup di kolam-kolam kecil dalam gua dengan air jernih yang berasal dari rembesan air tanah melalui lantai gua. Kolam tersebut memiliki substrat tanah liat yang halus, di mana ikan ini cenderung diam di air yang tenang dan hanya akan aktif berenang ketika air tersebut mengalami gangguan.
4. Ancaman Kehidupan Barbodes klapanunggalensis
Aktivitas penambangan batu kapur di kawasan karst Klapanunggal menjadi ancaman utama bagi habitat Barbodes klapanunggalensis. Saat ini, dari total 66 kilometer persegi kawasan karst di wilayah tersebut, hanya 9,96 persen yang mendapatkan perlindungan resmi dari pemerintah. Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan pada habitat alami ikan gua langka ini. Oleh karena itu, tim peneliti mengusulkan untuk melakukan perluasan kawasan konservasi guna melindungi habitat ini dari dampak negatif eksploitasi batu kapur dan memastikan kelangsungan hidup spesies ini di alam.
5. Penambahan Daftar Ikan Gua Endemik Indonesia
Penemuan Barbodes klapanunggalensis membuat Indonesia memiliki enam spesies ikan gua endemik. Spesies ini, bersama Barbodes microps, merupakan dua spesies yang ditemukan di Jawa, sementara spesies lainnya tersebar di Sulawesi dan Papua Barat. Perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan kelangsungan hidupnya agar dapat memahami populasi dan ekologi ikan ini secara mendalam. Selain itu, peran serta masyarakat lokal dalam upaya konservasi sangat penting. Upaya konservasi harus dilakukan agar spesies dapat terus bertahan di habitat aslinya, sehingga terus menjadi bagian dari kekayaan biodiversitas Indonesia.
Penulis: Nurma Wibi Earthany | Editor: Rahel Azzahra