Artikel

VMS, AIS, STARLINK: KEMBAR TAPI TAK SERUPA, YUK SIMAK PERBEDAANNYA!

VMS, AIS, DAN STARLINK, KEMBAR TAPI TAK SERUPA. YUK SIMAK PERBEDAANNYA!
Artikel / Perikanan / Perikanan Tangkap

VMS, AIS, STARLINK: KEMBAR TAPI TAK SERUPA, YUK SIMAK PERBEDAANNYA!

Loading

VMS, AIS, dan Starlink merupakan teknologi masa kini yang banyak digunakan pada kapal perikanan untuk mendukung operasi di laut yang lebih aman, efisien, dan saling terkoneksi. Ketiga sistem ini sama-sama berkaitan dengan komunikasi satelit dan pelacakan posisi kapal, tetapi memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda. Melalui teknologi ini, nelayan dapat memantau posisi kapal secara real-time, mengurangi risiko tabrakan, serta mengakses internet di perairan terpencil, sehingga produktivitas dan kepatuhan terhadap aturan di Indonesia dapat meningkat.

Saat ini, penggunaan VMS, AIS, dan Starlink juga diatur dalam berbagai kebijakan pemerintah Republik Indonesia, terutama melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk mendukung aktivitas kapal perikanan nasional. Kebijakan tersebut berkaitan erat dengan upaya pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing sebagai bagian dari agenda besar keberlanjutan perikanan Indonesia. Ketiganya sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda; lalu, apa saja perbedaannya? Penjelasan berikut akan menguraikan secara ringkas peran masing-masing teknologi bagi nelayan dan pengelolaan perikanan.

  1. Vessel Monitoring System (VMS)
    Vessel Monitoring System (VMS), Sumber : www.kkp.go.id

    Vessel Monitoring System atau VMS, adalah sebuah sistem berbasis satelit yang digunakan untuk mengetahui posisi dan aktivitas kapal perikanan, guna mendukung kelestarian sumber daya laut, serta keselamatan nelayan dan awak kapal. Data VMS bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan ke umum, informasi hanya dapat diakses oleh pemilik kapal dan KKP, sehingga kerahasiannya dapat tetap terjaga dan sangat sulit untuk dimanipulasi.

  2. Automatic Identification System (AIS)

    Automatic Identification System (AIS) atau Sistem Identifikasi Otomatis, Sumber : beritatrans.com

    Automatic Identification System atau Sistem Identifikasi Otomatis merupakan sistem yang berfungsi mempermudah pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang ilegal seperti penyeludupan, narkoba maupun illegal fishing, menggunakan AIS juga akan memudahkan kapal-kapal untuk saling mengetahui posisi dan pergerakan satu sama lain. Sistem ini bekerja menggunakan sinyal radio VHF yang secara otomatis memancarkan dan menerima data posisi antar kapal, informasinya dapat diakses secara terbuka oleh kapal lain maupun pihak yang memiliki penerima AIS.

  3. Startlink
    Teknologi Starlink pada Kapal, Sumber: astrocomputerofficial

    Kemudian, Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit yang menyediakan koneksi internet untuk kapal di laut dengan memasang antena kapal ke jaringan satelit Starlink, layanan ini berfungsi sebagai sarana komunikasi data dan akses internet, tetapi bukan sebagai sistem pemantauan atau pelacakan kapal secara langsung.

    Gimana nih sobat perikanan, jadi semakin paham bukan, apasih yang penting untuk Kapal Perikanan.

    Penulis:  Juan Febrian Panggabean | Editor:  Juan Febrian Panggabean

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame