Artikel

TIPS AGAR TANAMAN BEBAS DARI LINTAH?

Tiger Leech spotted in Danum Valley Rainforest, Borneo
Artikel Konsultasi

TIPS AGAR TANAMAN BEBAS DARI LINTAH?

Pertanyaan:

Bagaimana tips agar tanaman bebas dari lintah?

(Anonim)

Jawaban:

Halo, Sobat Tani.

Terima kasih telah bertanya kepada Pakar IPB.

Terkait pertanyaan Sobat Tani di atas, lintah yang memiliki nama latin (Hirudo medicinalis) bukan merupakan herbivora, sehingga tidak termasuk hama tanaman. Kemungkinan yang terdapat di tanaman Sobat Tani adalah siput telanjang (slug) yang memiliki ciri-ciri tubuh yang menyerupai lintah/pacet. Beberapa spesies siput telanjang adalah Deroceras reticulatum, Milax gagates, Ariolimax columbianus, dan Vaginula spp.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama dari Filum Moluska (siput, keong, bekicot) adalah:

  1. Melakukan sanitasi lingkungan, karena hama moluska dapat bersembunyi dan berlindung pada gulma di sekitar tanaman.
  2. Sistem irigasi dan drainase yang baik, karena hama moluska menyukai area yang lembab. Penyiraman dilakukan pagi hari, sehingga pada malam hari (saat hama gastropoda aktif) kondisi sudah kering.
  3. Pengendalian secara mekanik, dengan cara hama diambil satu per satu dan dikumpulkan lalu dimusnahkan
  4. Konservasi musuh alami. Hama moluska memiliki musuh alami, seperti katak, kodok, ular, dan burung. Tujuannya adalah menjaga stabilitas ekosistem dan membantu mengurangi populasi hama.
  5. Menggunakan bahan alami yang dapat melukai perut gastropoda, seperti garam, cangkang telur yang diremukkan, dan pasir kasar. Garam menarik cairan dari tubuh gastropoda hingga mengering. Penggunaan garam harus berhati-hati karena dapat memengaruhi kualitas tanah. Untuk tanaman dalam pot, garam ditaburkan di sekitar dasar pot. Untuk tanaman di tanah, digunakan pembatas sebelum menyebarkan garam.
  6. Menggunakan repelen dari bahan alami. Beberapa bahan memiliki aroma yang tidak disukai hama gastropoda, seperti kopi. Bubuk kopi ditaburkan di sekitar tanaman, dapat dicampur dengan cangkang telur.
  7. Menggunakan pestisida nabati. Ekstrak kriyu, sirsak, serai, dan lengkuas memiliki aktivitas sebagai racun kontak, racun perut dan bersifat atraktan terhadap hama moluska. Ekstrak bawang-bawangan (Allium spp.), seperti bawang putih, memiliki daya toksik lebih tinggi karena bersifat sebagai racun saraf, racun perut, antifeedant (penghambat makan), dan repellent (penolak). Ekstrak yang bersifat repelen disemprotkan pada tanaman untuk mencegah hama mendekati tanaman.
  8. Aplikasi larutan amonia. Amonia (dari cairan pembersih rumah tangga) dan air dicampur dengan perbandingan 1:6. Larutan disemprotkan pada hama moluska tiap kali dijumpai. Penyemprotan dilakukan dengan hati-hati karena dapat membakar daun bila terkena semprotan.
  9. Menggunakan moluskisida sintetik, dengan menaburkan Metaldelyne dan bekatul dengan perbandingan 1:20 sebanyak sekitar 40 – 50 kg/ha.

Selamat mencoba.

Dijawab oleh Pakar IPB University

Konsultasi

    X