SERBA-SERBI BUDIDAYA IKAN GABUS KOLAM TERPAL

SERBA-SERBI BUDIDAYA IKAN GABUS KOLAM TERPAL

Budidaya ikan gabus di kolam terpal semakin populer sebagai alternatif yang mudah dan murah bagi pemula atau pembudidaya dengan keterbatasan modal. Kolam terpal menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kolam tanah atau beton, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang ingin memulai usaha perikanan.
Ikan gabus merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, ikan ini dapat diolah menjadi berbagai produk seperti pempek, kerupuk kemplang, bahkan digunakan sebagai bahan alternatif pengobatan dan ikan hias.
Dari segi bisnis, budidaya ikan gabus menawarkan keuntungan yang menarik dengan modal awal sekitar Rp5-10 juta, lebih murah dibandingkan budidaya ikan lele atau nila. Faktor-faktor yang menekan biaya modal meliputi biaya pembuatan kolam yang rendah dan kebutuhan pakan yang lebih hemat.
Jenis-Jenis Media Budidaya Ikan Gabus
Selain kolam terpal, pembudidaya juga dapat memilih kolam tanah atau kolam beton. Berikut adalah keunggulan masing-masing media budidaya:
Kolam Terpal | Kolam Tanah | Kolam Beton |
---|---|---|
Biaya murah | Ketersediaan pakan alami lebih banyak | Mudah dibersihkan |
Minim lumpur | Sistem perairan melimpah | Kolam lebih kokoh |
Anti hama | Hemat air karena air berasal dari sumber alami | Air terbebas dari lumpur |
Mudah dipindahkan | Mengurangi stres ikan karena lebih alami | Ikan tidak berbau lumpur |
Kelebihan & Kekurangan Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal
Keuntungan Kolam Terpal
- Biaya pembuatan lebih murah dibandingkan kolam tanah atau beton.
- Minim lumpur sehingga ikan lebih bersih dan tidak berbau lumpur.
- Fleksibel, dapat dibangun di lahan sempit dan dipindahkan dengan mudah.
- Lebih mudah dirawat dan dibersihkan.
- Meminimalkan risiko serangan hama dan predator.
Kerugian Kolam Terpal
- Terpal mudah robek jika terkena benda tajam.
- Memerlukan persiapan khusus untuk menghilangkan zat berbahaya dari material terpal sebelum digunakan.
- Sulit mengontrol suhu dan tingkat keasaman air (pH), sehingga perlu penyesuaian seperti penggunaan serbuk gergaji untuk menjaga stabilitas suhu.
Cara Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal
1. Persiapan Kolam Terpal
- Pilih lokasi kolam yang jauh dari pemukiman untuk memudahkan pengelolaan limbah.
- Gunakan terpal dengan ukuran yang sesuai (misalnya 2 m x 5 m x 100-150 cm).
- Buat rangka kokoh dari kayu, bambu, atau batako.
- Isi kolam dengan air dan diamkan 3-5 hari agar mikroorganisme alami tumbuh.
- Pastikan suhu air berada di kisaran 26-30°C dan pH 4-9.
2. Pemilihan dan Penebaran Benih Gabus
- Pilih benih dengan ukuran seragam (5-8 cm), aktif, dan bebas dari penyakit.
- Gunakan metode aklimatisasi saat menebar benih untuk mengurangi stres.
- Tebarkan benih dengan kepadatan 40-60 ekor/m² pada pagi atau sore hari.
3. Pemberian Pakan
- Berikan pakan 3 kali sehari, sebanyak 3-5% dari bobot ikan.
- Gunakan pelet berkandungan protein 15-25% dan lemak 15%.
- Alternatif pakan: usus ayam, ikan rucah, atau pelet buatan dari campuran jagung, teri, ampas tahu, dan dedak.
4. Panen Ikan Gabus
- Panen dapat dilakukan setelah 8-10 bulan saat ikan mencapai 250-500 gram/ekor.
- Pembudidaya juga dapat memanen dalam waktu 5-6 bulan dengan hasil 5 ekor/kg.
Tips Sukses Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal
- Rutin memantau kualitas air untuk menghindari stres dan penyakit pada ikan.
- Jaga kadar pH dan suhu air agar tetap stabil.
- Segera isolasi ikan yang terserang penyakit seperti white spot atau pseudomonas.
- Gunakan bioflok untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mempercepat pertumbuhan ikan.
Budidaya ikan gabus di kolam terpal bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan dengan modal yang relatif kecil. Dengan pengelolaan yang tepat, pembudidaya bisa mendapatkan hasil panen yang optimal dan keuntungan yang maksimal.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra