Artikel

POTENSI BAGAN SEBAGAI ALAT PENANGKAPAN IKAN

POTENSI BAGAN SEBAGAI ALAT PENANGKAPAN IKAN
Artikel / Perikanan / Perikanan Tangkap

POTENSI BAGAN SEBAGAI ALAT PENANGKAPAN IKAN

Loading

Bagan merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan dengan cara mengangkat jaring dari kedalaman tertentu yang dibantu lampu untuk mengumpulkan  ikan. Menurut Baskoro dan Yusfiandayani (2017), bagan dapat dibagi menjadi 2 yaitu  bagan perahu/rakit dan bagan tancap. Perbedaan tersebut disebabkan oleh daerah  penangkapan ikan (DPI), bagan perahu cenderung mencari DPI dise-suaikan dengan musim ikan di wilayah tersebut sehingga dapat berpindah-pindah, sedangkan bagan tancap adalah pasif dan hanya mengandalkan satu DPI di pinggiran perairan pantai. Bagan tancap adalah bangunan bambu berbentuk segi empat yang dilengkapi jaring angkat dan ditancapkan didasar perairan sehingga berdiri kokoh.

Nelayan bagan memanfaatkan cahaya sebagai alat bantu penangkapan untuk  menangkap ikan pelagis kecil yang tertarik pada cahaya. Dirja dan Abdurah-man (2019) menyatakan bahwa hasil tangkapan ikan dari bagan tancap di perairan Bondet  antara lain ikan teri (Stolephorus sp), selar (Selariodes sp), tembang (Sardinella sp),  cumi-cumi (Loligo sp), dan pepetek (Leiognathus sp). Untuk komposisi tangkapan bagan tancap di perairan Hajoran antara lain ikan layang, teri, julung-julung, tembang, layur, selar, dan serinding.

Bagan tancap (Sumber: bangsaonline.com)
Bagan tancap (Sumber: bangsaonline.com)

Banyaknya komposisi jenis ikan tersebut salah satunya dipengaruhi dalam proses pengangkatan (hauling) sehingga hasil tangkapan ikan semakin banyak. Menurut Boesono et al. (2020), pada bagan perahu yang terbuat dari kayu berkesimpulan semakin cepat durasi hauling maka jumlah ikan semakin banyak yang tertangkap.

Bagan Perahu (Sumber: sahabatbahari.com)
Bagan Perahu (Sumber: sahabatbahari.com)

Bagan sebagai alat penangkapan ikan memiliki potensi besar, terutama diperairan tropis seperti Indonesia. Beberapa potensi ini didasarkan pada keunggulan alat dalam hal selektivitas, ramah lingkungan, dan efisiensi penangkapan. Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan potensi bagan sebagai alat penangkapan ikan:

  1. Selektivitas yang Tinggi Bagan menggunakan cahaya untuk menarik ikan-ikan pelagis seperti ikan teri, kembung, dan cumi-cumi. Ini membuat alat tangkap ini selektif, karena spesies yang tidak responsif terhadap cahaya jarang tertangkap.Ini juga mengurangi risiko tangkapan sampingan (bycatch).
  2. Ramah Lingkungan Bagan tidak merusak habitat dasar laut karena jaring ditempatkan secara statis, bukan diseret di dasar laut seperti trawl. Dengan begitu, ekosistem bawah laut, seperti terumbu karang dan padang lamun, tidak terganggu.
  3. Hasil Tangkapan yang Beragam Ikan pelagis kecil seperti ikan teri dan cumi-cumi sering kali menjadi tangkapan utama pada bagan. Ini memberikan fleksibilitas dalam menangkap berbagai spesies ikan pelagis yang lebih responsif terhadap cahaya, terutama pada malam hari.
  4. Efisiensi Operasional Bagan bisa dioperasikan dengan tenaga kerja yang relatif sedikit, biasanya nelayan lokal yang tinggal di sekitar perairan tempat alat Ini menjadikannya alat tangkap yang ekonomis dan hemat energi, karena nelayan tidak perlu menggunakan kapal besar atau melaut jauh.
  5. Penggunaan Cahaya Buatan Cahaya buatan yang dipasang pada bagan menjadi daya tarik utama bagi ikan pelagis, terutama pada malam hari. Ikan-ikan pelagis tertarik dengan cahaya yang ditempatkan di permukaan air atau bawah air, memudahkan nelayan untuk mengumpulkan ikan di bawah jaring.
  6. Teknologi yang Meningkat Kemajuan teknologi seperti lampu LED hemat energi dan panel surya untuk menyuplai daya bagi bagan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ini juga membuat bagan semakin ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka panjang.
  7. Penerapan di Wilayah Tropis Bagan sangat sesuai digunakan di wilayah perairan tropis yang kaya akan sumber daya ikan pelagis. Perairan Indonesia, misalnya, merupakan salah satu tempat yang ideal untuk pengoperasian bagan, terutama di perairan dangkal atau di dekat pantai.

Penulis: Dirfas Heronseva Sudrajad | Editor: Muhammad Yudistira

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame