Artikel

PERKUAT KOLABORASI GLOBAL, IPB UNIVERSITY DORONG DAMPAK NYATA COMMUNITY DEVELOPMENT

PERKUAT KOLABORASI GLOBAL, IPB UNIVERSITY DORONG DAMPAK NYATA COMMUNITY DEVELOPMENT
Berita

PERKUAT KOLABORASI GLOBAL, IPB UNIVERSITY DORONG DAMPAK NYATA COMMUNITY DEVELOPMENT

Loading

Bogor, Jawa Barat (13 Agustus 2026). IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) memperkuat jejaring kolaborasi pengembangan masyarakat melalui Lokakarya dan Diseminasi Hasil Program Community Development Equity 2026 yang digelar di Grand Savero Hotel, Bogor, Kamis (13/8).

Mengusung tema “Perkuat Kolaborasi Global untuk Dampak Nyata bagi Masyarakat”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi hasil, pengalaman, praktik baik, dan pembelajaran dari berbagai program pengembangan masyarakat, riset dan inovasi agromaritim, serta kolaborasi internasional yang melibatkan akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, pemerintah, dan mitra dari berbagai negara.

Kegiatan dibuka oleh Kepala LPA2I IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, S.Hut., M.Si., dan diikuti oleh akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, mitra perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri. Pelaksanaan secara hybrid turut memperluas kesempatan pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas wilayah.

Kepala LPA2I IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, S.Hut., M.Si., menyampaikan sambutan pada Lokakarya dan Diseminasi Hasil Community Development Equity 2026 di Bogor.

Dalam sambutannya, Dr. Handian menegaskan bahwa community development tidak hanya berorientasi pada pendampingan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaboratif.

“Bagi kami, Community Development bukan sekadar kegiatan pendampingan masyarakat, tetapi merupakan upaya membangun ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, inovasi, kewirausahaan, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga jejaring global,” ujarnya.

Tiga inisiatif utama menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, yakni One Village One CEO (OVOC) Internasional, Global Network for Advanced Agromaritime (GNAA), dan World University Network for Waqf Productive (WUNPROQ). Ketiganya dikembangkan sebagai platform kolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, hilirisasi riset dan inovasi agromaritim, pengembangan kewirausahaan, serta keberlanjutan program pembangunan.

Diseminasi diawali dengan pemaparan Best Practices Community Engagement OVOC oleh Dr. rer. pol. Mohammad Iqbal Irfany, S.E., M.App.Ec. Sesi ini membahas pengalaman pelaksanaan OVOC sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang dapat dikembangkan dalam model pengembangan masyarakat berbasis kolaborasi.

Selanjutnya, Global Network for Advanced Agromaritime (GNAA) diperkenalkan melalui pemaparan Prof. Hermanu Tri Widodo, M.Sc. GNAA dikembangkan sebagai platform kolaborasi internasional yang mendorong riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang agromaritim dengan melibatkan akademisi, petani, nelayan, serta mitra dari negara-negara ASEAN. Potensi dan kearifan lokal turut menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Prof. Hermanu Tri Widodo, M.Sc., memaparkan GNAA dalam kegiatan Lokakarya dan Diseminasi Hasil Community Development Equity 2026

Sementara itu, World University Network for Waqf Productive (WUNPROQ) dipaparkan oleh Prof. Dr. Alla Asmara, S.Pt., M.Si. Inisiatif ini diarahkan untuk membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan wakaf produktif sebagai salah satu alternatif dukungan pembiayaan bagi program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, inovasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

Pengalaman implementasi OVOC Internasional turut dibagikan melalui sesi inbound di Cianjur, Ciamis, dan Lampung Barat, serta pengalaman outbound di berbagai negara ASEAN, Asia, dan Eropa. Berbagai pengalaman tersebut memberikan pembelajaran mengenai pertukaran pengetahuan, pengembangan potensi komoditas lokal, dan penguatan jejaring internasional.

Dari sisi masyarakat, petani dan nelayan peserta GNAA juga membagikan pengalaman dalam kolaborasi riset dan inovasi agromaritim berbasis kearifan lokal. Keterlibatan tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pengembangan inovasi agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.

Melalui Lokakarya dan Diseminasi Hasil Community Development Equity 2026, IPB University terus mendorong kolaborasi yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra internasional. OVOC Internasional, GNAA, dan WUNPROQ menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaboratif yang tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga mendorong terciptanya dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame