Artikel

PENYEBAB IKAN BERJAMUR DAN CARA MENGATASINYA 

PENYEBAB IKAN BERJAMUR DAN CARA MENGATASINYA 
Artikel / Perikanan

PENYEBAB IKAN BERJAMUR DAN CARA MENGATASINYA 

Loading

Infeksi jamur pada ikan merupakan salah satu penyakit yang cukup umum terjadi di akuarium maupun kolam. Spora jamur yang tersebar luas di air dapat dengan mudah menginfeksi ikan, terutama jika kondisi lingkungan tidak terjaga. Jamur biasanya menyerang ikan yang sedang stres, terluka, sakit, atau dipelihara di air dengan kualitas yang buruk. 

Infeksi jamur dapat dikenali dengan munculnya bercak atau lapisan berwarna putih pada tubuh ikan. Seiring waktu, kondisi tersebut bisa memburuk jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemilik ikan perlu memahami penyebab ikan berjamur agar dapat melakukan pencegahan maupun pengobatan yang tepat. 

Akuarium dan kolam yang sering mengalami kasus infeksi jamur perlu segera diperiksa kebersihan, sistem penyaringan, dan kualitas airnya. Pasalnya, infeksi jamur jarang sekali muncul pada akuarium yang bersih dan terawat dengan baik. Perawatan rutin, penggunaan garam akuarium, serta menjaga sirkulasi air dapat menjadi langkah pencegahan efektif. 

  1. Penyakit Kapas (Cotton Wool Disease)

Infeksi jamur yang paling sering terjadi pada ikan hias adalah penyakit kapas. Gejalanya berupa lapisan putih menyerupai kapas di kulit, sirip, atau mulut ikan. Penyebab utamanya adalah jamur Saprolegnia, meski bisa juga dipicu jamur lain seperti Akira.
Pengobatan dapat dilakukan dengan obat antijamur seperti phenoxyethanol, garam akuarium, dan mengisolasi ikan yang sakit agar tidak menular ke ikan lain. 

  1. Penyakit Lubang di Kepala (Hole In The Head)

Penyakit ini paling banyak menyerang ikan jenis Siklit. Penyebabnya antara lain kekurangan vitamin, makanan dengan kualitas rendah, dan kondisi air yang kotor. Gejalanya berupa lesi atau lubang kecil di kepala ikan.
Jika hal ini terjadi, segera lakukan pergantian air sebanyak 30–50%, periksa kembali pH dan suhu air, serta pastikan ikan mendapatkan nutrisi yang cukup. 

  1. Penyakit Egg Fungus

Pada ikan yang sedang bertelur, jamur Saprolegnia dan Achyla dapat menyerang telur dan membuatnya rusak atau tidak subur. Infeksi juga bisa menyebar ke telur sehat jika tidak segera ditangani.
Sayangnya, telur yang sudah terinfeksi tidak bisa diobati. Cara terbaik adalah membuang telur yang sakit agar tidak menular ke telur lain. 

  1. Penyakit Insang Busuk (Gill Rot)

Jamur Branchiomyces dapat menyebabkan insang ikan membusuk dan tertutup lendir, membuat ikan sulit bernapas. Penyakit ini biasanya menyerang ikan yang dipelihara di air dengan kandungan amonia dan nitrat tinggi.
Pengobatan relatif sulit, namun terapi mandi fenoksietanol serta meningkatkan kadar oksigen di dalam air bisa membantu memperbaiki kondisi. 

  1. Penyakit Bintik Putih (White Spot)

Penyakit ini disebabkan oleh parasit bersel tunggal Ichthyoptilius multifilius. Parasit menembus selaput lendir ikan, menimbulkan bintik-bintik putih di tubuh, dan pada tahap lanjut dapat membentuk bercak abu-abu.
Penanganannya biasanya menggunakan obat anti-parasit dan memperbaiki kualitas air agar ikan lebih tahan terhadap serangan. 

  1. Infeksi Jamur Sistemik

Jenis infeksi jamur ini jarang terjadi namun sangat berbahaya. Penyebab utamanya adalah bakteri Ichthyophonus. Gejalanya sulit dikenali karena hanya tampak sebagai penurunan kondisi kesehatan secara umum.
Biasanya penyakit ini baru terdiagnosis setelah ikan mati. Namun, ada laporan bahwa pengobatan dengan mandi malachite hijau dapat membantu beberapa kasus. 

Enam penyakit di atas menunjukkan bahwa penyebab ikan berjamur sangat beragam, mulai dari jamur biasa, infeksi telur, hingga parasit dan gangguan sistemik. Meski sebagian sulit diobati, pencegahan tetap bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan akuarium, memperhatikan kualitas air, serta memberikan pakan bergizi. Dengan perawatan rutin, risiko ikan terserang jamur dapat diminimalisir. 

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra 

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame