Artikel

PANGAN HASIL PERTANIAN ORGANIK SEBAGAI PENUNJANG GIZI SEIMBANG

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - PANGAN HASIL PERTANIAN ORGANIK SEBAGAI PENUNJANG GIZI SEIMBANG
Artikel / Nutrisi Bahan Pangan / Pertanian

PANGAN HASIL PERTANIAN ORGANIK SEBAGAI PENUNJANG GIZI SEIMBANG

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat, banyak orang tua mulai memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga mereka. Kekhawatiran terhadap dampak negatif bahan kimia dalam makanan mendorong masyarakat untuk beralih ke pangan berbahan dasar organik sebagai solusi yang lebih sehat.

Pangan organik adalah makanan yang dihasilkan dari proses pertanian alami tanpa penggunaan pestisida kimia. Selain itu, pangan organik juga mencakup produk hewani seperti daging, telur, unggas, dan susu yang diproduksi tanpa antibiotik atau suntikan hormon pertumbuhan. Dengan demikian, pangan organik menawarkan alternatif yang lebih sehat dibandingkan makanan yang diproses secara konvensional.

Kandungan Gizi dalam Pangan Organik

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pangan organik memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan pangan anorganik. Sebuah penelitian oleh Isdiayanti (2008) mengungkapkan bahwa sayuran organik mengandung antioksidan 10 hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan sayuran anorganik. Selain itu, kandungan nitrat dalam buah dan sayuran organik juga lebih rendah sekitar 25 persen dibandingkan dengan produk anorganik.

Dalam studi lain yang dilakukan di Italia oleh Bisig dkk pada tahun 2007, ditemukan bahwa susu organik memiliki kadar asam alfa-linolenat (ALNA), vitamin E (alfa-tokoferol), dan beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu non-organik. Kandungan gizi yang lebih tinggi ini menunjukkan bahwa pangan organik dapat berkontribusi pada pola makan yang lebih seimbang dan sehat.

Cara Bertani Organik

Pangan organik berasal dari proses budidaya yang memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam bertani secara organik:

  1. Pemilihan Lokasi yang Tepat
    • Pastikan lahan memiliki akses air yang cukup, drainase yang baik, serta mendapat sinar matahari yang optimal.
  2. Penggunaan Pupuk Organik
    • Gunakan pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau untuk meningkatkan kesuburan tanah tanpa bahan kimia sintetis.
  3. Rotasi Tanaman
    • Melakukan rotasi tanaman dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi tanah serta mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
  4. Penyiangan Gulma Secara Alami
    • Gulma dapat dikendalikan dengan cara manual atau menggunakan alat sederhana tanpa herbisida kimia.
  5. Pengendalian Hama Secara Alami
    • Menggunakan predator alami seperti burung dan serangga menguntungkan untuk mengendalikan populasi hama secara alami.
  6. Pemeliharaan Tanah dan Pengaturan Irigasi
    • Menjaga kualitas tanah dan sistem irigasi yang efisien sangat penting untuk memastikan hasil pertanian organik yang optimal.

Pangan organik memberikan banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. Kandungan gizi yang lebih tinggi dalam makanan organik dapat membantu menunjang pola makan yang lebih seimbang. Selain itu, metode pertanian organik yang ramah lingkungan juga mendukung keberlanjutan ekosistem. Oleh karena itu, mengonsumsi pangan organik dapat menjadi pilihan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat modern.

Penulis: Anis Bias Cintaning | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar