PANCING ULUR, ALAT TANGKAP YANG SELEKTIF, EFEKTIF, SERTA RAMAH LINGKUNGAN
PANCING ULUR, ALAT TANGKAP YANG SELEKTIF, EFEKTIF, SERTA RAMAH LINGKUNGAN
![]()
Pancing ulur merupakan alat tangkap yang dioperasikan dengan cara diulurkan. Metode pengoperasian tersebut menjadi sumber penamaan pancing ulur atau biasa disebut juga pancing tangan (handline). Tahapan pengoperasian pancing ulur yaitu pemberat ditenggelamkan ke air, selanjutnya tali pancing berikut kail ditenggelamkan satu-persatu dengan cara mengulurkan tali pancing yang berada dalam gulungan.
Puspito (2009) dalam bukunya yang berjudul Pancing memaparkan bahwa konstruksi pancing ulur sangat sederhana karena bagian utamanya hanya berupa tali pancing dan kail. Bagian pancing ulur secara keseluruhan terdiri atas penggulung, tali utama yang terbuat dari polyamide (PA) monofilament nylon No. 80, sebuah kili-kili, tali cabang yang terbuat dari polyamide (PA) monofilament nylon No. 70, kail No. 18 dan pemberat timah seberat 400 gram. Jumlah pancing yang digunakan untuk setiap tali cabang tidak terbatas. Panjang tali pancing secara keseluruhan sangat ditentukan oleh kedalaman perairan tempat pancing ulur dioperasikan, biasanya sekitar 9-25 m.

Setiap bagian pancing ulur mempunyai fungsi yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu: (a) tali utama sebagai tempat bergantungnya tali cabang, (b) tali cabang sebagai pengait mata pancing, (c) mata pancing sebagai tempat pemasangan umpan, (d) kili-kili sebagai pengatur tali pancing agar tidak terbelit, (e) pemberat berguna untuk menahan pancing agar tetap stabil di dalam laut dan mempercepat turunnya mata pancing, (f) penggulung untuk menggulung alat tangkap, (g) umpan untuk menarik minat ikan target (Pattiasina 2020).
Selektivitas Pancing Ulur
Selektivitas alat tangkap sangat penting untuk keberlanjutan usaha perikanan tangkap. Alat tangkap dinyatakan selektif apabila dalam pengoperasiannya dapat menangkap target spesies dengan ukuran tertentu. Selektivitas alat tangkap pancing ulur dapat dipengaruhi oleh ukuran mata pancing yang digunakan. Mata pancing merupakan bagian yang vital dalam alat tangkap pancing. Pemilihan ukuran mata pancing dapat mempengaruhi hasil tangkapan yang diperoleh nelayan.
Kurnia (2015) melakukan penelitian mengenai pengaruh ukuran mata pancing terhadap hasil tangkapan pancing ulur di Perairan Pulai Sabutung Pangkep. Mata pancing yang digunakan adalah mata pancing nomor 8, nomor 10, dan nomor 12. Hasil tangkapan pancing ulur dengan mata pancing nomor 10 lebih banyak dan lebih berat dibanding pancing ulur dengan mata pancing nomor 8 dan nomor 12. Berat rata-rata ikan yang tertangkap dengan mata pancing no 10 juga lebih besar, berarti ukuran ikan yang ditangkap lebih besar. Penggunaan mata pancing nomor 10 pada pancing ulur di Perairan Pulai Sabutung Pangkep lebih produktif, efektif dan selektif dibandingkan mata pancing nomor 8 dan nomor 12. Hal ini diduga karena mata pancing nomor 10 memiliki ukuran yang lebih pas dengan bukaan mulut ikan target hasil tangkapan.
Teknologi yang meningkatkan Efektivitas Pancing Ulur
Yusfiandayani (2020) meneliti tentang pengaruh penggunaan teknologi rumpon portable sebagai alat pengumpul ikan dalam proses penangkapan ikan menggunakan pancing ulur. Penelitian dilakukan di Perairan Teluk Banten. Komposisi dan produktivitas hasil tangkapan pancing ulur dengan menggunakan rumpon portable dibandingkan dengan pancing ulur tanpa rumpon. Hasil penelitian tersebut yaitu komposisi dan produktivitas pancing ulur yang menggunakan rumpon portable bernilai lebih besar dibanding pancing ulur tanpa rumpon. Ikan hasil tangkapan pancing ulur dengan rumpon portable didominasi oleh ikan berukuran besar atau layak tangkap. Penggunaan alat bantu rumpon portable dapat meningkatkan efektivitas alat tangkap pancing ulur.

Penggunaan alat bantu line hauler pada pengoperasian pancing ulur diharapkan dapat mengatasi permasalahan tali pancing yang sering terbelit dan membantu meringankan nelayan untuk mengangkat ikan hasil tangkapan. Bachri (2023) melakukan penelitian menggunakan line hauler pada pancing ulur di Perairan Papua Barat. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan alat bantu line hauler berpengaruh terhadap banyaknya jumlah setting alat tangkap. Waktu penarikan tali pancing (hauling) menunjukkan pancing ulur dengan alat bantu line hauler lebih efektif (karena dapat dilakukan dengan waktu yang lebih cepat) dibanding pancing ulur kontrol yang tanpa menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu line hauler memberikan peluang mendapatkan ikan lebih banyak karena jumlah setting yang dilakukan bisa lebih banyak dibandingkan dengan pancing ulur tanpa alat bantu.
Pancing Ulur termasuk Alat Tangkap yang Ramah Lingkungan
Potensi perikanan perlu dikelola dengan baik dan diupayakan menggunakan teknologi penangkapan yang efektif dan tidak merusak lingkungan. Pregiwati (2017) melakukan penelitian di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan membandingkan teknologi penangkapan yang tepat untuk komoditas unggulan di perairan tersebut. Alat tangkap yang umum digunakan di sana adalah pancing ulur, pancing tonda, bagan apung dan bubu. Hasil analisis dari aspek teknis, sosial, ekonomi dan lingkungan menetapkan pancing ulur sebagai alat tangkap yang paling tepat untuk dikembangkan di perairan tersebut. Pancing ulur memiliki tingkat selektivitas dan keramahan lingkungan yang sangat tinggi. Pancing ulur merupakan alat tangkap yang tepat untuk dikembangkan di perairan yang memiliki ekosistem karang.
Penulis: Yunia Faizah Arsy | Editor: Muhammad Yudistira