MUDAH! INI CARA BUDIDAYA BELUT DI LAHAN SEMPIT
MUDAH! INI CARA BUDIDAYA BELUT DI LAHAN SEMPIT
![]()
Budidaya belut kini semakin diminati karena peluang pasarnya yang cukup menjanjikan. Selain itu, teknik pemeliharaannya juga relatif sederhana sehingga banyak orang tertarik mencobanya. Permintaan belut di pasar terus meningkat, baik untuk konsumsi lokal maupun kebutuhan ekspor, sehingga budidaya ini berpotensi memberikan keuntungan yang menarik.
Menariknya, belut bisa dibudidayakan meski hanya dengan lahan terbatas, seperti halaman rumah, pekarangan, atau bahkan dalam wadah buatan. Dengan teknik yang tepat dalam pemilihan wadah, media, dan pakan, lahan sempit tetap bisa menghasilkan panen belut yang melimpah serta menjadi peluang usaha menjanjikan bagi masyarakat. Simak berikut cara budidaya belut di lahan sempit!
- Persiapan Media dan Wadah
Untuk lahan sempit, belut dapat dipelihara dalam drum, bak semen, tong plastik, atau kolam terpal. Ukuran wadah bisa disesuaikan dengan ketersediaan lahan, misalnya bak berukuran 1×2 meter sudah cukup untuk memulai. Media dasar yang digunakan biasanya berupa lumpur sawah yang dicampur dengan jerami busuk, kompos, atau pupuk kandang untuk mendekati habitat alami belut.
- Pemilihan Bibit Belut
Bibit belut yang baik memiliki ukuran seragam, sehat, aktif bergerak, dan tidak cacat. Bibit dengan panjang sekitar 10–15 cm biasanya cocok untuk dibudidayakan di kolam buatan karena lebih mudah beradaptasi dan cepat tumbuh.
- Pemberian Pakan
Belut termasuk hewan karnivora yang bisa memakan cacing, keong, ikan kecil, atau bekicot. Namun, untuk budidaya modern di lahan sempit, pakan bisa berupa cacing tanah, ikan rucah, atau pakan buatan berprotein tinggi. Pemberian pakan dilakukan secara rutin 1–2 kali sehari, pada sore atau malam hari saat belut aktif mencari makan.
- Perawatan dan Pemeliharaan
Kondisi media perlu dijaga agar tetap lembap, tidak terlalu kering atau terlalu becek. Jika media mulai berbau menyengat, sebaiknya dilakukan pergantian sebagian lumpur agar kualitas media tetap baik. Selain itu, hindari kepadatan yang terlalu tinggi, karena dapat memicu kanibalisme dan menghambat pertumbuhan belut.
- Panen Belut
Belut biasanya bisa dipanen setelah 6–8 bulan pemeliharaan, tergantung kualitas bibit dan perawatan. Panen dapat dilakukan dengan cara menguras media dan menangkap belut menggunakan tangan atau alat bantu. Belut hasil budidaya biasanya memiliki nilai jual tinggi, terutama jika ukurannya seragam dan segar.
Budidaya belut di lahan sempit sangat memungkinkan dilakukan asalkan memahami teknik dasar seperti pemilihan wadah, penyediaan media, pemberian pakan, dan pemeliharaan. Dengan modal yang relatif terjangkau, usaha ini bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan sekaligus solusi pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan maupun pedesaan.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra