Artikel

METODE IRIGASI SPRINKLE PENUHI KEBUTUHAN NUTRISI TANAMAN

sprinkling-irrigation-g5c07f50a7_1920
Artikel / Pertanian

METODE IRIGASI SPRINKLE PENUHI KEBUTUHAN NUTRISI TANAMAN

Tidak bisa dipungkiri bahwa air merupakan komponen penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Air memegang peranan penting dalam penentuan hasil produksi dari tanaman. Tumbuhan yang mendapatkan sedikit pengairan akan menurunkan hasil produksi dari tanaman. Penurunan tersebut terjadi karena air tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Fungsi air untuk tanaman yaitu sebagai pelarut unsur hara yang dibawa oleh akar sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.

Pentingnya air bagi tanaman tentu juga akan memengaruhi sistem pengairan atau biasa disebut dengan irigasi. Sistem irigasi tradisional di Indonesia telah diterapkan sejak berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia. Beberapa contoh sistem irigasi pertanian yang masih dilakukan hingga sekarang adalah pembuatan bendungan atau pembuatan parit yang dekat dengan aliran sungai dan dialirkan ke lahan pertanian.

Kelebihan dari metode irigasi tradisional yang sudah ada jelas terletak pada biaya yang dikeluarkan. Para petani tidak perlu memikirkan pasokan air yang harus disiapkan untuk mengairi tanaman yang mereka tanam. Namun dibalik itu semua, terdapat beberapa kekurangan dari sistem irigasi secara tradisional. Pertama adalah jika musim kemarau tiba, biasanya pada musim kemarau sumber air sangat terbatas dan akan sulit melakukan pengairan ke lahan pertanian. Kedua, pada musim hujan, sumber air yang melebihi debit biasanya akan mengairi lahan secara berlebihan dan nantinya tanaman justru akan menjadi busuk karena terlalu banyak mendapatkan air.

Perlu solusi untuk mengatasi kekurangan atau kelebihan air yang diterima tanaman dalam metode irigasi tradisional. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode irigasi sprinkle. Metode ini sangat cocok dilakukan di daerah dengan kontur tanah kering ataupun basah. Hal tersebut karena pada dasarnya metode irigasi sprinkle merupakan salah satu penerapan smart farming. Metode ini memungkinkan petani memberikan pengairan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pengembangan metode ini juga bisa berupa aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap tanaman dengan sistem sensor. Namun, perlu adanya biaya yang cukup besar dalam penerapannya.

Adapun komponen yang perlu disiapkan dalam pelaksanaan metode irigasi sprinkle adalah bagian kepala sprinkler (nozzle headsprinkler), pipa lateral, pipa sub-utama (sub main), dan pipa (mainline). Penyemprotan dilakukan dengan bantuan sprinkler yang mana airnya dialiri menggunakan rangkaian pipa dari sumber air. Pada proses pengairan menggunakan alat ini nanti diamati lima parameternya yaitu debit sprinkler, jarak pancaran, pola sebar air, harga pemberian air, dan ukuran rintik. Adanya kelima komponen tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kedepannya dalam proses pengairan.

Tidak ada yang salah dengan penerapan irigasi secara tradisional. Sama halnya, tidak ada yang salah dengan metode pengairan modern (smart farming). Yang salah adalah jika kita membiarkan pertanian di Indonesia terpuruk dan tidak mencarikan solusinya.

Penulis: Alif Zikri Fadhali | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X