Artikel

MAHASISWA IPB UNIVERSITY MENGINISIASI SANGGAR TANI MUDA DI DESA BENTENG BOGOR

IMG_2944
Berita / Siaran Pers

MAHASISWA IPB UNIVERSITY MENGINISIASI SANGGAR TANI MUDA DI DESA BENTENG BOGOR

“PPK Ormawa tidak dapat berdiri sendiri dalam mendirikan Sanggar Tani, sehingga membutuhkan bantuan untuk kemajuan Desa Benteng.”

DIGITANI.IPB.AC.ID, BOGOR – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (DPM FEM) menginisiasi Program Pemberdayaan Pemuda melalui kegiatan Sanggar Tani Muda di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Hal ini terungkap dalam soft launching pemberdayaan pemuda melalui Sanggar Tani Muda untuk mendorong regenerasi sektor pertanian di Desa Benteng pada di Aula Kantor Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Bogor (6/8).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk melakukan pembinaan. Tujuan utama kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas Ormawa agar menjadi organisasi kemahasiswaan yang kompeten, khususnya melalui program pengabdian masyarakat.

Hastuti, S.P., M.P., M.Si., selaku dosen pembimbing 2 dalam kegiatan PPK Ormawa menyebutkan dalam sambutannya bahwa sinergi bersama masyarakat harus diutamakan selama program.

“Regenerasi pertanian menjadi masalah di seluruh Indonesia, sehingga dibutuhkan perubahan paradigma terkait sektor pertanian,” kata Hastuti.

Wakil Ketua PPK Ormawa DPM FEM, Rendi Nur Setiaji, pun menyampaikan bahwa perlunya  keterlibatan berbagai pihak untuk mendirikan Sanggar Tani.

“PPK Ormawa tidak dapat berdiri sendiri dalam mendirikan Sanggar Tani, sehingga membutuhkan bantuan untuk kemajuan Desa Benteng,” ujar Rendi Nur Setiaji.

Ia menambahkan bahwa Sanggar Tani Muda yang diberi nama “Saung Astani” memiliki target sasaran yaitu pemuda yang berusia 15 hingga 35 tahun yang merupakan warga Desa Benteng. Selain itu, terdapat 9 kurikulum pembelajaran yang akan dilaksanakan pada setiap hari Sabtu dan Minggu dengan materi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan warga di desa, seperti materi tentang hidroponik, hama dan penyakit tanaman.

Foto bersama (Foto: Tani Center IPB University)

Program Sanggar Tani Muda terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pembelajaran selama 9 minggu dengan kurikulum yang telah disusun setiap minggu, praktik lapang, dan project initiatives oleh petani muda.

Pihak Desa Benteng pun mendukung adanya kegiatan Sanggar Tani Muda. Kepala Desa Benteng, H. Faka Harika, S.AP., mengatakan bahwa pertanian saat ini harus jenius yang dilahirkan oleh pemuda dengan pemasaran produk yang inovatif.

Selanjutnya, Canesia Aisah Jeannonaveva sebagai Direktur Utama PT. ARSY dan Ratna Kartika Putri sebagai Direktur Manajemen PT ARSY menyampaikan bahwa penggunaan sumber daya manusia dalam sektor pertanian karena menjadi petani khususnya petani milenial memiliki keuntungan yang berlimpah, seperti produk terus tumbuh, sangat menguntungkan, dan kesempatan ekspor yang besar.

“Pertanian melek teknologi targetnya milenial, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Ayo majukan pertanian Indonesia, mari para milenial bergerak melalui Sanggar Tani,” ujar keduanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bentang, Kang Pardi, menyampaikan bahwa Sanggar Tani menjadi salah satu kunci keberhasilan regenerasi petani muda Indonesia. Sehingga, para petani milenial bisa menanamkan pertanian dalam diri karena pertanian harus dari jati diri.

Acara ditutup dengan pengenalan aplikasi Digitani kepada masyarakat dari Sabaiq Yuhfadh selaku perwakilan Tani Center IPB.

“Aplikasi Digitani hadir sebagai wadah komunikasi antara masyarakat dengan pakar pertanian. Fitur utama Digitani yaitu Konsul Tani, Forum Tani, Tanya Pakar, dan Daftar Penyuluh. Selain itu, keunggulan dari Digitani adalah sebagai media komunikasi, sumber pengetahuan pertanian, serta Forum Tani yang akan menambah jejaring petani di desa lain bahkan di seluruh Indonesia,” kata perwakilan Tani Center IPB ini.

Konsultasi

    X