Artikel

LPA2I IPB UNIVERSITY HADIRKAN KLINIK PETA LOKA, DEKATKAN KEPAKARAN PERTANIAN KEPADA WARGA TIRTAJAYA, DEPOK

DSC04493
Berita / Siaran Pers

LPA2I IPB UNIVERSITY HADIRKAN KLINIK PETA LOKA, DEKATKAN KEPAKARAN PERTANIAN KEPADA WARGA TIRTAJAYA, DEPOK

Loading

“Jika di wilayah pedesaan masyarakat terbiasa dengan hasil panen dalam skala luas, maka di wilayah perkotaan masyarakat memerlukan layanan pendampingan untuk merawat dan menjaga kesehatan tanaman di lingkungan tempat tinggalnya.”

DIGITANI.IPB.AC.ID, Bogor – Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University melalui Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan menghadirkan Klinik Peta Loka di Bale Warga Tirtajaya, Depok pada Minggu (6/9). Kegiatan dengan tema “Pelayanan Terpadu Agro & Nutrisi Lintas Lokasi” ini menjadi upaya mendekatkan akses kepakaran pertanian kepada masyarakat perkotaan dengan mengusung konsep layanan konsultasi berjalan melalui Mobil Klinik Tanaman IPB University.

Kegiatan ini dihadiri oleh 32 peserta yang terdiri atas perwakilan Kelurahan Tirtajaya, Komunitas D’rangrang, warga lokal, praktisi urban farming, perwakilan komunitas tani, serta pemerintah setempat. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai permasalahan tanaman yang dihadapi dalam kegiatan budidaya di lingkungan perkotaan.

Asisten Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan LPA2I IPB University, Bonjok Istiaji, S.P., M.Si., turut hadir sebagai pakar dan mengisi sesi konsultasi serta diskusi bersama peserta. Ia mengatakan bahwa Klinik Peta Loka merupakan bentuk nyata LPA2I IPB University dalam mendekatkan layanan konsultasi kepada masyarakat perkotaan.

“Jika di wilayah pedesaan masyarakat terbiasa dengan hasil panen dalam skala luas, maka di wilayah perkotaan masyarakat memerlukan layanan pendampingan untuk merawat dan menjaga kesehatan tanaman di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt. Lurah Tirtajaya, Agus Sulaeman. Ia mengapresiasi kehadiran IPB University melalui Klinik Peta Loka yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan komunitas pertanian di Kelurahan Tirtajaya.

(Plt.) Lurah Tirtajaya dan Pakar IPB (Foto: LPA2I IPB)

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kelurahan Tirtajaya, termasuk komunitas pertanian yang ada di wilayah kami. Karang Taruna dan ibu-ibu di Tirtajaya banyak belajar, salah satunya dalam mengidentifikasi berbagai permasalahan pada tanaman yang dibudidayakan sehari-hari,” ujar Agus.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat dari layanan konsultasi tersebut.

Identifikasi Permasalahan Tanaman Bersama Pakar

Rangkaian kegiatan Klinik Peta Loka diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) dan sesi konsultasi interaktif secara langsung di Mobil Klinik Tanaman IPB University. Dalam sesi tersebut, pakar bersama tim memperkenalkan berbagai fasilitas laboratorium mini yang tersedia pada mobil untuk membantu melakukan identifikasi awal terhadap sampel tanaman yang dibawa warga.

Sejumlah permasalahan tanaman dibahas dalam sesi konsultasi, di antaranya penyakit blendok pada tanaman jeruk, kerontokan buah jambu air, serangan kutu perisai pada raspberry dan blackberry, serta gangguan pertumbuhan atau stunting pada tanaman terong.

Melalui konsultasi tersebut, warga memperoleh alternatif penanganan sesuai dengan permasalahan masing-masing tanaman, mulai dari perbaikan nutrisi dan kondisi lingkungan, pengendalian hama dan penyakit, hingga tindakan karantina bagi tanaman yang mengalami gangguan.

Identifikasi Tanaman Terong (Foto: LPA2I IPB)

Salah satu peserta, Ria, menyampaikan bahwa kegiatan Klinik Peta Loka memberikan pengetahuan yang relevan dengan permasalahan tanaman yang ditemui masyarakat sehari-hari.

“Alhamdulillah, kegiatan Klinik Peta Loka sangat bermanfaat, khususnya dalam membahas permasalahan hama dan penyakit pada tanaman. Saya pribadi juga tergabung dalam beberapa komunitas di Kelurahan Tirtajaya dan berharap kegiatan serupa dapat hadir di paguyuban kami,” ujar Ria.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah lahan warga yang menghadapi permasalahan kesehatan tanaman. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau dan asri di Tirtajaya.

Perluas Akses Konsultasi melalui IPB Digitani

Selain konsultasi secara langsung, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi IPB Digitani. Platform digital tersebut diperkenalkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi dengan pakar IPB University secara lebih mudah tanpa terbatas jarak.

Perwakilan Komunitas D’rangrang, Haikal, turut menyoroti pentingnya edukasi pertanian bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kesehatan tanaman, tetapi juga membuka wawasan mengenai subsektor lain, seperti perikanan dan peternakan, yang dapat mendukung pengembangan ekosistem urban farming.

Kegiatan Klinik Peta Loka di Depok ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Bonjok Istiaji selaku pakar konsultasi serta Komunitas D’rangrang sebagai Community Partner. Kelurahan Tirtajaya juga menjadi bagian penting dalam kolaborasi sebagai Local Government Partner.

Melalui Klinik Peta Loka, LPA2I IPB University terus mendorong hadirnya layanan kepakaran yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah setempat, komunitas, dan warga diharapkan dapat memperkuat pengembangan pertanian perkotaan yang mandiri, hijau, dan berkelanjutan.

Penulis: Fathiyya Azzahra | Editor: Nurma

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame