Artikel

LPA2I DORONG INOVASI KAYU IPB TEMBUS INDUSTRI DAN PASAR

LPA2I DORONG INOVASI KAYU IPB TEMBUS INDUSTRI DAN PASAR
Berita

LPA2I DORONG INOVASI KAYU IPB TEMBUS INDUSTRI DAN PASAR

Loading

Bogor, 18 Agustus 2026, Inovasi teknologi kayu modifikasi dengan perlakuan panas dan kimia ramah lingkungan karya Prof. Dr. Ir. I Wayan Darmawan, M.Sc. memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi melalui kerja sama lisensi antara IPB University dan PT Jaya Cemerlang Industry. Kerja sama ini diarahkan tidak hanya untuk memproduksi inovasi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kayu muda yang selama ini memiliki keterbatasan dari sisi daya tahan dan nilai jual.

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, menyebutkan bahwa dukungan terhadap inovasi tidak berhenti pada lisensi. LPA2I membuka peluang bagi pengembangan pasar dengan membantu menampilkan dan memperkenalkan produk inovasi kepada jejaring IPB University.

“Kami bisa minta sampel dan detail deskripsi produknya untuk kami bantu promosikan dan pajang di IPB. Jadi ketika ada tamu, produk bapak bisa dikenal dan bahkan dibeli secara langsung,” jelas Handian.

Direktur Utama PT Jaya Cemerlang Industry, Jimmy Chandra, menilai hal tersebut menjadi ajang yang baik, karena menjadi jembatan dan pendukung peningkatan pemanfaatan kayu Indonesia. Menurutnya, industri kayu menghadapi tantangan karena sebagian kayu yang tersedia berasal dari tanaman yang relatif muda, sementara pasar membutuhkan produk dengan kualitas dan ketahanan yang baik.

“Dengan inovasi Pak Wayan, bagaimana caranya kayu kita tidak perlu ditanam sampai puluhan tahun untuk bisa dimanfaatkan. Dalam sekitar lima tahun saja, outputnya sudah bisa baik,” ujar Jimmy.

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas kayu juga penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap produk kayu Indonesia. Selama ini, keterbatasan daya tahan sejumlah jenis kayu turut mendorong masyarakat beralih menggunakan material seperti aluminium dan baja ringan untuk bahan bangunan.

Karena itu, Inovasi kayu modifikasi ini digalakan pada pasar domestik melalui edukasi dan promosi produk. Inovasi tersebut kemudian diberikan brand “IDOLA” sebagai identitas produk yang dikembangkan dari teknologi kayu modifikasi hasil inovasi IPB University. IDOLA tidak hanya diarahkan untuk aplikasi pada produk furnitur, tetapi juga dikembangkan dalam berbagai bentuk produk fungsional kebutuhan sehari-hari. 

Pengembangan produk IDOLA juga membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan sisa potongan kayu dari proses produksi. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah, seperti phone holder dan berbagai produk kecil berbahan kayu lainnya. Pendekatan ini sekaligus memperkuat prinsip pemanfaatan material secara lebih efisien dan membuka peluang diversifikasi produk sesuai kebutuhan pasar.

Melalui pengembangan tersebut, inovasi kayu modifikasi diharapkan tidak hanya dikenal sebagai material untuk furnitur, tetapi juga memiliki berbagai aplikasi yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kualitas kayu hasil modifikasi sekaligus mengubah persepsi masyarakat bahwa produk kayu tidak selalu identik dengan material yang cepat rusak.  

Lebih jauh, hilirisasi inovasi ini diharapkan memberikan dampak hingga ke tingkat hulu. Jimmy menyampaikan keinginannya agar peningkatan kebutuhan kayu berkualitas dapat mendorong masyarakat kembali menanam pohon sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan petani, termasuk perempuan yang terlibat dalam aktivitas pertanian namun masih memperoleh imbalan yang relatif rendah.

“Harapan kami orang-orang mau menanam lagi, sehingga bisa memberdayakan petani dan menghasilkan kayu untuk kami produksi,” tuturnya.

Bagi Prof. I Wayan Darmawan, masuknya inovasi ini ke tahap hilirisasi menjadi langkah penting setelah proses pengembangan dan kerja sama dengan mitra, termasuk mitra luar negeri, yang telah dilakukan sebelumnya. Ia juga berterimakasih kepada LPA2I, IPB University yang mendukung penuh proses komersialisasi ini agar dapat dicontoh bagi pengembangan dan hilirisasi inovasi lain di lingkungan IPB University.

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame