Artikel

LAMPU LED HIJAU: ALAT TANGKAP IKAN RAMAH LINGKUNGAN 

Lampu Led Hijau Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan | Gambar: wwf.Id
Artikel / Perikanan / Perikanan Tangkap

LAMPU LED HIJAU: ALAT TANGKAP IKAN RAMAH LINGKUNGAN 

Loading

Ada banyak cara untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan di Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi ini membantu nelayan bekerja lebih efisien, menghemat biaya, sekaligus menjaga kelestarian laut. 

Salah satu contohnya adalah kort nozzle, yaitu jenis baling-baling kapal yang bisa menghemat bahan bakar hingga 22,42%. Selain menekan biaya operasional, teknologi ini juga lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan energi. Ada juga jaket tuna, alat bantu untuk menangkap ikan tuna dengan pancing ulur. Alat ini membantu mengurangi gerakan ikan sehingga proses penangkapan lebih cepat dan kualitas ikan tetap baik. 

Kedua teknologi tersebut termasuk dalam 16 inovasi ramah lingkungan yang diperkenalkan oleh Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang dalam acara Gelar Teknologi Alat Tangkap Ramah Lingkungan pada 2018 di Semarang.  

Alat Tangkap yang Ramah Lingkungan 

Inovasi alat tangkap tidak hanya untuk meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga agar lebih selektif dan tidak merusak ekosistem laut. Misalnya pada alat tangkap purse seine (pukat cincin), modifikasi alat ini membuat penangkapan lebih efisien, namun ukuran jaring yang terlalu kecil bisa membahayakan stok ikan karena ikut menangkap ikan yang masih kecil. Karena itu, pengembangan teknologi harus tetap mengikuti standar agar tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Salah satu contoh sukses penggunaan teknologi ramah lingkungan adalah pemasangan lampu LED hijau di jaring nelayan di Paloh, Kalimantan Barat. Penelitian dari NOAA, WWF, dan lembaga lainnya menunjukkan bahwa lampu LED bisa menurunkan jumlah penyu yang tertangkap secara tidak sengaja hingga 61,4%. Sebelumnya, setiap tahun ratusan penyu tertangkap dalam jaring insang bawal di wilayah tersebut. Inovasi sederhana ini terbukti efektif dalam melindungi biota laut yang terancam punah. 

Tantangan Penerapan Teknologi 

Meski hasilnya baik, penerapan teknologi baru tidak selalu mudah. Pengembangannya memerlukan proses panjang mulai dari penelitian, uji coba, hingga penetapan standar alat dan bahan. Selain itu, teknologi juga harus mudah digunakan, terjangkau, dan tidak mengurangi hasil tangkapan maupun pendapatan nelayan. Dukungan dari pemerintah, lembaga penelitian, dan industri alat tangkap sangat dibutuhkan agar teknologi ini bisa diterapkan secara luas. 

Keberhasilan penggunaan lampu LED menjadi contoh bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar. Langkah selanjutnya adalah memperluas penerapannya dan terus meneliti teknologi lain untuk melindungi biota laut. 

Perikanan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika semua pihak bekerja sama  mulai dari peneliti, nelayan, hingga pemerintah. Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, Indonesia bisa memiliki perikanan yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. 

Penulis: Rahel Azzahra  | Editor: Rahel Azzahra 

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame