Artikel

JERAMI JADI PAKAN BERGIZI? INI RAHASIA FERMENTASINYA!

Fermentasi jerami sebagai pakan ternak sapi | Sumber: pandawadesign.com
Artikel / Nutrisi dan Pakan Ternak / Peternakan

JERAMI JADI PAKAN BERGIZI? INI RAHASIA FERMENTASINYA!

Loading

Halo, Sobat Tani!

Pernah nggak sih, pas musim kemarau datang, rumput buat pakan ternak makin susah dicari? Sementara sapi, kambing, atau domba tetap harus makan tiap hari. Kondisi ini tentu membuat biaya pakan meningkat. Padahal, di lingkungan sekitar terdapat sumber pakan yang melimpah dan mudah diperoleh, namun kerap terabaikan, yaitu jerami padi.

Kabar baiknya, jerami ini sebenarnya bisa diolah jadi pakan tambahan yang lebih bergizi, lho. Dengan proses fermentasi yang sederhana, bisa berubah jadi pakan alternatif yang lebih hemat dan tetap bermanfaat buat ternak. Nah, supaya jerami bisa benar-benar dimanfaatkan sebagai pakan yang layak, tentu perlu diolah terlebih dahulu.

Salah satu cara yang paling praktis adalah melalui proses fermentasi. Dengan bantuan probiotik seperti EM4 dan Starbio, jerami yang awalnya memiliki kandungan protein rendah dan serat kasar tinggi, bisa diubah menjadi pakan yang lebih lunak, mudah dicerna, dan gizinya mudah diserap oleh ternak.

Langkah-Langkah Membuat Fermentasi Jerami

Proses pembuatan jerami fermentasi sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Berikut tahapannya:

  1. Potong dan Basahi Jerami

Jerami padi dipotong agar tidak terlalu panjang supaya mudah diolah dan dimakan ternak. Setelah itu, basahi jerami secukupnya hingga lembap, tetapi tidak sampai tergenang air.

  1. Siapkan Larutan Fermentasi

Campurkan EM4 atau Starbio dengan air, lalu tambahkan sedikit gula atau molase sebagai sumber energi mikroba. Aduk hingga tercampur rata.

  1. Siram dan Aduk Jerami

Larutan fermentasi kemudian disiramkan secara merata ke jerami sambil diaduk, supaya semua bagian terkena mikroorganisme dengan baik.

  1. Simpan dama Wadah Tertutup

Masukkan jerami ke dalam plastik atau drum, lalu tutup rapat agar tidak terkena udara. Kondisi tertutup ini penting agar proses fermentasi berjalan optimal.

  1. Fermentasi Selama 14-15 Hari

Diamkan jerami selama kurang lebih dua minggu. Fermentasi yang berhasil ditandai dengan aroma agak asam segar, tekstur jerami lebih lembut, dan tidak berbau busuk. Setelah itu, jerami siap digunakan sebagai pakan ternak.

Manfaat Fermentasi Jerami bagi Ternak

  • Meningkatkan kandungan protein

Proses fermentasi membantu menaikkan kadar protein jerami yang berperan penting dalam pertumbuhan ternak, pembentukan otot, serta produksi daging dan susu.

  • Lebih mudah dicerna ternak

Fermentasi menghasilkan karbohidrat sederhana seperti glukosa, sehingga pakan lebih mudah dicerna dan nutrisinya bisa diserap dengan lebih optimal.

  • Cocok untuk peternak skala rumahan

Teknologi fermentasi jerami mudah diterapkan, bahan mudah didapat, dan biayanya relative murah. Jerami fermentasi juga sangat membantu sebagai pakan tambahn saat hijauan sulit diperoleh, terutama di musim kemarau.

Fermentasi jerami bisa menjadi jawaban praktis atas persoalan pakan ternak ruminansia. Dengan cara yang sederhana, jerami yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi pakan tambahan yang lebih bergizi dan bermanfaat bagi kesehatan serta produktivitas ternak. Pemanfaatan jerami melalui proses fermentasi perlu terus didorong agar semakin banyak peternak yang bisa merakasan manfaatnya, melalui langkah ini, peternak dapat menekan biaya pakan, menjaga performa ternak tetap optimal, dan menjalankan usaha peternakan lebih efisien serta berkelanjutan.

Penulis: Davina Alyza | Editor: Fathiyya Azzahra

 

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame