Artikel

INTIP CARA BUDIDAYA RUMPUT LAUT

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - INTIP CARA BUDIDAYA RUMPUT LAUT
Artikel / Budidaya Perikanan / Perikanan

INTIP CARA BUDIDAYA RUMPUT LAUT

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - INTIP CARA BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang terus meningkat. Selain digunakan dalam industri pangan, rumput laut juga dimanfaatkan dalam bidang farmasi, kosmetik, dan bioenergi. Budidaya rumput laut relatif mudah dan dapat dilakukan di perairan pesisir yang memiliki kondisi lingkungan yang sesuai.

Terdapat beberapa jenis rumput laut yang umum dibudidayakan, di antaranya Kappaphycus alvarezii yang merupakan sumber utama karaginan yang digunakan dalam industri makanan dan farmasi, Eucheuma spinosum yang juga digunakan dalam produksi karaginan, serta Gracilaria spp. yang dimanfaatkan untuk produksi agar-agar.

Syarat Lokasi Budidaya

Lokasi budidaya rumput laut harus memenuhi beberapa syarat seperti perairan yang bersih dan bebas dari pencemaran, salinitas air berkisar antara 28-35 ppt, suhu air optimal antara 25-30°C, serta arus air sedang untuk mendukung pertumbuhan dan sirkulasi nutrisi.

Metode Budidaya Rumput Laut

Beberapa metode budidaya rumput laut yang umum digunakan antara lain metode rakit apung yang menggunakan rakit bambu atau pelampung sebagai tempat mengikat bibit rumput laut, metode long line di mana bibit rumput laut diikat pada tali panjang yang dipasang sejajar dengan permukaan air, serta metode lepas dasar yang cocok untuk perairan dangkal dengan dasar berpasir atau berlumpur.

Tahapan Budidaya Rumput Laut

Tahapan budidaya dimulai dengan pemilihan dan penyiapan bibit yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki warna yang cerah. Setelah itu, bibit diikat pada tali dengan jarak tertentu untuk memastikan pertumbuhan optimal dan menghindari persaingan nutrisi. Pemeliharaan dan perawatan dilakukan dengan membersihkan tali dari kotoran atau organisme lain yang menempel, mengecek kondisi bibit secara berkala dan mengganti bagian yang rusak, serta mengatur jarak dan kepadatan tanam agar sirkulasi air tetap optimal.

Panen dan Pascapanen

Rumput laut dapat dipanen setelah 45-60 hari sejak penanaman. Setelah dipanen, rumput laut perlu dikeringkan sebelum dijual atau diolah lebih lanjut.

Rumput laut memiliki prospek cerah karena permintaan yang tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, budidaya ini juga ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan teknik yang tepat dan pengelolaan yang baik, budidaya rumput laut bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Oleh karena itu, penting bagi calon pembudidaya untuk memahami setiap tahapan agar mendapatkan hasil optimal.

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar