Artikel

CANGKANG PENYU MENGANDUNG RADIOAKTIF WARISAN ABADI UJI COBA NUKLIR

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - CANGKANG PENYU MENGANDUNG RADIOAKTIF WARISAN ABADI UJI COBA NUKLIR
Artikel / Biota Air Tawar dan Laut / Perikanan

CANGKANG PENYU MENGANDUNG RADIOAKTIF WARISAN ABADI UJI COBA NUKLIR

Pulau Enewetak, sebuah wilayah tropis yang terletak di antara Australia dan Hawaii, dikenal sebagai salah satu habitat yang sempurna bagi penyu laut. Namun, di balik keindahan pulau terumbu karang perairan Pasifik yang dingin dan subur ini, terdapat ancaman tersembunyi yang telah mencemari ekosistem selama puluhan tahun.

Selama Perang Dunia II, Pulau Enewetak menjadi sasaran pengujian senjata nuklir oleh Amerika Serikat. Dari tahun 1948 hingga 1958, sebanyak 43 uji coba nuklir dilakukan di wilayah ini, meninggalkan jejak radiasi yang signifikan. Tahun 1977, Amerika Serikat memulai pembersihan limbah radioaktif di pulau ini. Pihaknya mengubur sebagian besar limbah tersebut dalam kubah beton di salah satu pulau. Namun, seiring berjalannya waktu, kubah beton ini mulai bocor, menyebabkan radiasi menyebar ke lingkungan sekitar. 

Mengutip dari National Geographic, studi baru-baru ini mengungkapkan tanda-tanda radiasi dari limbah nuklir telah ditemukan pada cangkang penyu yang hidup di perairan tersebut. Penemuan ini menjadikan penyu sebagai salah satu dari banyak spesies yang terpapar radiasi akibat uji coba nuklir di seluruh dunia. 

Bagaimana Radiasi Memengaruhi Penyu di Enewetak? 

Para peneliti berspekulasi bahwa pembersihan limbah radioaktif yang dilakukan pada tahun 1977 mengganggu sedimen yang terkontaminasi di pulau tersebut. Sedimen yang tercemar ini kemungkinan besar tertelan oleh penyu saat mereka berenang. Pendapat lain juga menyebutkan kemungkinan sedimen mempengaruhi alga dan rumput laut yang menjadi bagian besar dari makanan penyu. 

Penyu yang menjadi subjek penelitian ditemukan hanya setahun setelah pembersihan dimulai. Lapisan radiasi dalam sedimen tersebut tercatat dalam lapisan-lapisan cangkang penyu, yang dapat diukur oleh para ilmuwan. Cyler Conrad, seorang peneliti di Pacific Northwest National Laboratory yang memimpin studi ini, menggambarkan penyu tersebut sebagai “cincin pohon yang berenang,” dengan cangkang mereka mencatat radiasi seperti halnya cincin pada batang pohon mencatat usia pohon. 

Dampak Global dari Kontaminasi Nuklir pada Fauna 

Penemuan ini adalah bagian dari fenomena yang lebih luas di mana radiasi nuklir dari uji coba dan bencana menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi berbagai fauna. Dari lautan tropis hingga hutan di Jerman dan pegunungan di Jepang, jejak radiasi ditemukan dalam berbagai spesies hewan. 

Meskipun begitu, para ilmuwan menekankan bahwa radiasi yang terdapat pada hewan-hewan ini sangat kecil kemungkinannya untuk membahayakan manusia. Selain penyu, ada beberapa hewan-hewan lain yang diasumsikan mengandung radioaktif pada tubuhnya, contohnya adalah kera Fukushima,  

Penemuan jejak radiasi pada penyu di Enewetak Atoll adalah pengingat akan dampak jangka panjang dari aktivitas nuklir manusia. Radiasi yang tersebar di lingkungan ini adalah bukti dari warisan nuklir yang kita tinggalkan, dan merupakan peringatan bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam mengelola teknologi nuklir di masa depan. 

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar