BUDIDAYA LELE: GUNAKAN BAHAN ALAM INI UNTUK SEMBUHKAN PENYAKIT

BUDIDAYA LELE: GUNAKAN BAHAN ALAM INI UNTUK SEMBUHKAN PENYAKIT

Budidaya ikan lele (Clarias sp.) menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian massal. Salah satu penyakit yang kerap menyerang bibit lele berumur 3—4 minggu adalah penyakit kembung.
Atasi Kembung pada Lele dengan Ekstrak Jahe
Gejala utama penyakit ini adalah bibit lele yang sering mendongak di permukaan air. Penyakit ini sering muncul saat musim hujan dan dapat menyebabkan kematian hingga 80% dari total bibit dalam kolam.
Untuk mengatasi penyakit kembung dapat menggunakan ekstrak jahe (Zingiber officinale). Dengan metode yang sederhana, jahe seberat 0,5 kg diparut, dicampur air, lalu ditebarkan ke kolam berukuran 80 m². Hasilnya sangat efektif, dengan tingkat kematian bibit lele mendekati nol.
Atasi Penyakit MAS dengan Daun Moringa dan Jahe Merah
Selain penyakit kembung, tantangan lain dalam budidaya lele adalah penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS), yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit ini memiliki tingkat prevalensi yang tinggi, mencapai 70%, dan menjadi momok bagi para peternak.
Kombinasi ekstrak daun moringa (Moringa oleifera) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan lele. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yunia Dharmastuti Widyaningsih dan tim dari Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, sebanyak 180 ekor lele dumbo (Clarias gariepinus) berukuran 7—9 cm diberi perlakuan dengan dosis dasar 300 ppm ekstrak daun moringa dan 600 ppm ekstrak jahe merah dalam perbandingan 1:3. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai sintasan tertinggi mencapai 50%. Kandungan flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid dalam daun moringa berperan sebagai agen anti-infeksi terhadap A. hydrophila, sedangkan jahe merah berfungsi sebagai antibakteri dan antiinflamasi.
Ekstrak Gambir untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Lele
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sri Anggraeni Putri Jamil dan rekan dari Pascasarjana Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir, dan Kelautan, Universitas Bung Hatta, membuktikan efektivitas ekstrak gambir (Uncaria gambir) dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan lele.
Dalam penelitian ini, 1.500 benih lele mutiara berumur 35 hari dengan panjang 3—5 cm diberi pakan yang mengandung ekstrak gambir dengan dosis 75 g/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) tertinggi mencapai 70,46% dengan nilai konversi pakan 1,1. Senyawa katekin dan katekutannat yang terkandung dalam gambir berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba yang efektif melawan infeksi.
Dari berbagai penelitian, penggunaan bahan alami seperti jahe, daun moringa, dan gambir terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh lele terhadap penyakit. Pemanfaatan bahan-bahan alami ini tidak hanya lebih ramah lingkungan tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan penggunaan antibiotik sintetis. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi solusi bagi para peternak dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya lele.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra