Artikel

BELAJAR CARA BUDIDAYA IKAN HIAS NEMO DARI MALUKU

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BELAJAR CARA BUDIDAYA IKAN HIAS NEMO DARI MALUKU
Artikel / Biota Air Tawar dan Laut / Perikanan

BELAJAR CARA BUDIDAYA IKAN HIAS NEMO DARI MALUKU

Ikan badut atau yang lebih awam dikenal dengan ikan nemo berkat film animasi Finding Nemo, ternyata sudah menjadi andalan masyarakat Maluku sebagai daya tarik wisata dan ekonomi tersendiri. Budidaya ikan hias nemo menjadi solusi utama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku. Permintaan yang tinggi terhadap ikan nemo menjadikan budidaya sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan eksploitasi dari alam. Berikut adalah langkah-langkah budidaya ikan hias nemo yang diterapkan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon.

1. Pemilihan Induk Berkualitas

Langkah pertama dalam budidaya ikan nemo adalah memilih indukan berkualitas. Indukan yang sehat dan berasal dari keturunan unggul akan menghasilkan benih yang kuat dan memiliki daya tahan tinggi. BPBL Ambon memastikan bahwa indukan yang digunakan telah melalui seleksi ketat sebelum digunakan untuk pemijahan.

2. Proses Pemijahan

Pemijahan ikan nemo dilakukan dengan menyediakan pasangan induk dalam akuarium khusus yang dilengkapi dengan substrat seperti keramik atau batu datar sebagai tempat bertelur. Induk betina akan meletakkan telur di permukaan substrat, kemudian induk jantan akan membuahi telur tersebut. Proses ini memerlukan pengawasan ketat untuk memastikan telur tetap dalam kondisi optimal hingga menetas.

3. Penetasan Telur dan Perawatan Larva

Setelah 7-10 hari, telur ikan nemo akan menetas menjadi larva. Pada tahap ini, larva sangat rentan dan membutuhkan kondisi air yang stabil serta pakan yang sesuai. Larva diberi pakan alami seperti rotifera dan naupli artemia untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.

4. Pembesaran Benih

Benih ikan nemo yang telah mencapai ukuran tertentu dipindahkan ke keramba jaring apung atau akuarium pembesaran. Pada tahap ini, pakan yang diberikan mulai bervariasi, termasuk plankton, pelet halus, dan pakan alami lainnya. Proses pembesaran ini dilakukan hingga ikan mencapai ukuran 3-4 cm, ukuran yang ideal untuk dijual kepada eksportir dan reseller.

5. Penggunaan Teknologi RAS untuk Efisiensi Budidaya

BPBL Ambon menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk menjaga kualitas air tetap stabil. Teknologi ini memungkinkan air digunakan kembali setelah melalui proses filtrasi, sehingga budidaya menjadi lebih ramah lingkungan dan efisien. Selain itu, metode budidaya ikan nemo dengan anemon laut juga diterapkan untuk menciptakan kondisi yang lebih alami bagi ikan.

6. Restocking untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Selain budidaya untuk kebutuhan komersial, BPBL Ambon juga rutin melakukan restocking ikan nemo ke perairan Maluku guna menjaga keseimbangan populasi di habitat aslinya. Langkah ini memastikan bahwa eksploitasi ikan nemo dari alam dapat dikurangi dan ekosistem laut tetap terjaga.

Budidaya ikan hias nemo di Maluku dilakukan dengan metode yang berkelanjutan, mulai dari pemilihan induk berkualitas, pemijahan, perawatan larva, hingga pembesaran menggunakan teknologi modern. Dengan penerapan teknologi seperti RAS dan pendampingan teknis bagi pembudidaya, ikan nemo dapat dibudidayakan secara efisien tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Budidaya ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berperan dalam upaya konservasi lingkungan.

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar