Artikel

APAKAH BUDIDAYA IKAN BANDENG BISA DILAKUKAN TANPA MENGGUNAKAN PAKAN KIMIA?

APAKAH BUDIDAYA IKAN BANDENG BISA DILAKUKAN TANPA MENGGUNAKAN PAKAN KIMIA?
Artikel Konsultasi / Perikanan

APAKAH BUDIDAYA IKAN BANDENG BISA DILAKUKAN TANPA MENGGUNAKAN PAKAN KIMIA?

Loading

Pertanyaan:

Bagaimana cara membudidayakan ikan bandeng tanpa menggunakan pakan yang mengandung bahan kimia agar pertumbuhan dan perkembangannya tetap optimal serta terhindar dari hama dan penyakit? Kami juga khawatir penggunaan pakan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesuburan tambak tanah dan mencemari lingkungan dalam jangka panjang.

(Yulianto)

Jawaban:

Halo, Sobat Tani dan Nelayan.

Terima kasih telah bertanya kepada Pakar IPB University.

Bandeng yang dipelihara dengan kepadatan rendah dan menggunakan sistem budidaya tradisional umumnya tidak memerlukan tambahan pakan sejak awal pemeliharaan. Pada sistem ini, ikan dapat memanfaatkan pakan alami yang tersedia di tambak, seperti klekap, yaitu lapisan organisme yang terdiri atas alga, bakteri, dan mikroorganisme lain yang tumbuh di dasar atau dinding tambak. Oleh karena itu, pengelolaan tambak perlu diarahkan agar pertumbuhan klekap berlangsung optimal. Tambahan pakan biasanya baru diberikan ketika ikan mendekati masa panen apabila diperlukan.

Sementara itu, pada sistem budidaya semi intensif maupun intensif, pemberian pakan tambahan menjadi kebutuhan karena ketersediaan pakan alami tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.

Perlu dipahami bahwa pakan ikan bandeng yang diproduksi secara komersial atau pabrikan telah diformulasikan berdasarkan kebutuhan nutrisi ikan, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pakan tersebut bukan berarti mengandung bahan kimia berbahaya. Selama menggunakan produk yang telah memenuhi standar mutu dan diberikan sesuai dosis yang dianjurkan, pakan komersial aman digunakan dalam budidaya ikan bandeng.

Dengan demikian, apabila tujuan budidaya adalah mengurangi ketergantungan pada pakan tambahan, penerapan sistem budidaya tradisional dengan pengelolaan tambak yang baik dan optimalisasi pakan alami merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh Dr. Ir. Cecilia Indriastuti, M.Si. | Editor: Muhammad Yudistira

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame