BUDIDAYA IKAN BAWAL: PELUANG USAHA MENJANJIKAN WAJIB DICOBA
BUDIDAYA IKAN BAWAL: PELUANG USAHA MENJANJIKAN WAJIB DICOBA
![]()

Ikan bawal merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih, teksturnya lembut, dan kandungan proteinnya tinggi membuat ikan ini memiliki nilai jual cukup baik di pasaran. Selain itu, bawal dikenal memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan, sehingga cocok dibudidayakan di berbagai daerah.
Budidaya ikan bawal memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya diminati oleh para pembudidaya. Ikan ini termasuk jenis yang cepat tumbuh, sehingga dalam waktu sekitar empat hingga enam bulan sudah bisa mencapai ukuran konsumsi. Selain itu, bawal dikenal lebih tahan terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan perubahan kualitas air, menjadikannya lebih mudah dipelihara. Dari segi pakan, bawal termasuk ikan omnivora yang bisa memakan pelet, dedaunan, hingga limbah pertanian, sehingga biaya produksi relatif lebih hemat. Ditambah lagi, permintaan pasar terhadap ikan bawal cukup stabil, baik dari konsumen rumah tangga, restoran, maupun industri kuliner.
Untuk melakukan budidaya pada ikan bawal, berikut Adalah cara-cara yang dapat diikuti:
Persiapan Kolam Budidaya
Budidaya bawal bisa dilakukan di kolam tanah, kolam terpal, atau kolam beton. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Ukuran kolam: Disesuaikan dengan jumlah benih yang ditebar. Umumnya 100–200 ekor per m².
- Kualitas air: pH ideal 6,5–8, suhu 25–30°C, dengan sirkulasi air yang lancar.
- Pengolahan dasar kolam: Kolam tanah sebaiknya dikeringkan, dibersihkan dari hama, kemudian diberi kapur dan pupuk organik sebelum diisi air.
Pemilihan dan Penebaran Benih
- Gunakan benih bawal yang sehat, aktif bergerak, dan ukurannya seragam.
- Benih sebaiknya berasal dari hatchery atau pembenihan terpercaya.
- Sebelum ditebar, lakukan aklimatisasi dengan cara mengapungkan plastik berisi benih di kolam selama 15–20 menit agar benih menyesuaikan suhu air.
Pakan dan Pemeliharaan
- Pakan utama berupa pelet dengan kandungan protein 25–30%.
- Pemberian pakan dilakukan 2–3 kali sehari, sekitar 3–5% dari bobot total ikan.
- Dapat ditambahkan pakan alternatif seperti daun singkong, kangkung, atau sisa dapur untuk menekan biaya.
- Periksa kondisi ikan secara rutin dan lakukan penggantian air sebagian jika kualitas menurun.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Meskipun relatif tahan, bawal tetap berisiko terserang penyakit. Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Menjaga kebersihan kolam dan kualitas air.
- Tidak menebar benih terlalu padat.
- Memberikan pakan yang cukup dan berkualitas agar ikan tidak stres.
Panen dan Pemasaran
Ikan bawal biasanya siap dipanen setelah berumur 4–6 bulan dengan ukuran konsumsi. Panen dilakukan menggunakan jaring atau seser secara hati-hati agar ikan tidak luka. Setelah dipanen, ikan dapat dijual langsung ke pasar tradisional, restoran, atau pengepul.
Budidaya ikan bawal merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi masyarakat yang ingin terjun ke sektor perikanan air tawar. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat, biaya produksi dapat ditekan, sementara keuntungan tetap menjanjikan.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra