KEUNGGULAN PAKAN BERBASIS IKAN RUCAH

KEUNGGULAN PAKAN BERBASIS IKAN RUCAH

Dalam usaha budidaya ikan, pakan merupakan faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas ikan. Biaya pakan sering kali mencapai 60–70% dari total biaya produksi, sehingga pencarian alternatif pakan yang lebih ekonomis dan tetap berkualitas menjadi kebutuhan utama bagi para pembudidaya. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan ikan rucah sebagai bahan baku pakan alternatif.
Ikan rucah atau dikenal sebagai “trash fish” adalah ikan hasil tangkapan sampingan yang umumnya tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah di pasaran dan sering kali diabaikan, dibiarkan membusuk, atau hanya dijadikan limbah. Namun, ikan rucah sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, terutama protein, yang berkisar antara 40–65%. Semakin kecil ukuran partikel tepung ikan rucah, semakin tinggi pula kandungan proteinnya. Selain itu, daging ikan rucah yang lebih putih juga menunjukkan kandungan protein yang lebih tinggi.
Pemanfaatan Ikan Rucah dalam Budidaya
Kabupaten Demak, khususnya Desa Weding di Kecamatan Bonang, merupakan salah satu sentra budidaya ikan lele. Sayangnya, banyak peternak ikan lele di daerah ini masih bergantung pada pakan komersial yang harganya terus meningkat. Dengan memanfaatkan ikan rucah sebagai bahan baku pakan alternatif, pembudidaya dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha mereka.
Ikan rucah dapat diolah menjadi tepung ikan yang berfungsi sebagai sumber protein utama dalam formulasi pakan ikan. Protein ini penting bagi pertumbuhan ikan lele, karena sekitar 65–75% dari berat kering tubuh ikan terdiri dari protein. Selain itu, protein juga digunakan untuk perbaikan jaringan tubuh, pemeliharaan metabolisme, serta sebagai bahan dasar enzim dan hormon.
Keunggulan Pakan Berbasis Ikan Rucah
- Biaya Lebih Terjangkau – Harga ikan rucah lebih murah dibandingkan dengan tepung ikan impor, sehingga dapat mengurangi biaya pakan secara signifikan.
- Sumber Protein yang Baik – Kandungan protein ikan rucah setara dengan tepung ikan impor, sehingga dapat mendukung pertumbuhan optimal ikan lele.
- Mudah Didapatkan – Ikan ini tersedia di pasar lelang dan daerah pesisir, sehingga memudahkan pengadaan bahan baku pakan.
- Mengurangi Limbah Perikanan – Pemanfaatan ikan rucah membantu mengurangi limbah organik di lingkungan perairan, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem.
Tantangan dalam Pengolahan Ikan Rucah
Meskipun ikan rucah memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam penggunaannya sebagai bahan pakan alternatif:
- Keterbatasan Pengetahuan – Banyak peternak yang belum memiliki keterampilan dalam mengolah ikan rucah menjadi tepung ikan berkualitas.
- Modal Usaha Terbatas – Peralatan untuk produksi pakan mandiri masih tergolong mahal bagi sebagian peternak kecil.
- Pengolahan yang Higienis – Ikan rucah harus diolah dengan standar kebersihan yang baik agar tidak menimbulkan penyakit pada ikan budidaya.
Pemanfaatan ikan rucah sebagai bahan baku pakan alternatif dapat menjadi solusi bagi peternak ikan lele untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Dengan kandungan protein yang tinggi, ketersediaan yang melimpah, serta harga yang lebih terjangkau, ikan rucah berpotensi besar sebagai alternatif pengganti tepung ikan impor. Namun, diperlukan peningkatan keterampilan peternak dalam mengolah ikan rucah secara mandiri serta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan akses terhadap teknologi pengolahan pakan berbasis ikan rucah.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra