CARA MEMBUAT MULSA DARI BAHAN YANG ADA DI SEKITAR KEBUN
![]()
Tak perlu selalu membeli. Jerami, daun kering, rumput, hingga sisa tanaman di sekitar kebun dapat dimanfaatkan sebagai mulsa untuk membantu menjaga kelembapan tanah.
Saat musim kemarau, menjaga air tetap tersedia di sekitar perakaran menjadi salah satu tantangan dalam budidaya tanaman. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menutup permukaan tanah dengan mulsa. FAO menjelaskan bahwa lapisan vegetasi mati atau mulsa dapat menghambat penguapan air dari tanah sekaligus membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah.
Apa Itu Mulsa?
Mulsa merupakan bahan yang ditempatkan di atas permukaan tanah, terutama di sekitar tanaman. Untuk mulsa organik, bahan yang digunakan dapat berupa daun, rumput, jerami, ranting, dan sisa tanaman lainnya yang tersedia di sekitar lahan.
Penggunaan mulsa tidak hanya berkaitan dengan penghematan air. Lapisan bahan organik di permukaan tanah juga dapat membantu melindungi tanah dari pukulan air hujan, menekan pertumbuhan gulma, serta mendukung aktivitas organisme tanah.
Bahan Apa yang Bisa Digunakan?
Tidak harus menggunakan bahan khusus. Jerami padi, daun kering, rumput yang sudah dipotong, sisa tanaman, sekam, hingga ranting dapat dimanfaatkan sebagai bahan penutup tanah, selama sesuai dengan kondisi lahan dan tanaman. FAO merekomendasikan pemanfaatan bahan tanaman yang tersedia secara lokal sebagai bagian dari pengelolaan penutup tanah.

Jerami juga menjadi salah satu bahan yang mudah ditemukan di kawasan pertanian. BRMP Pascapanen Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa jerami dapat dimanfaatkan sebagai mulsa karena membantu mempertahankan kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma.
Cara Membuat dan Memasang Mulsa
1. Kumpulkan bahan yang tersedia
Kumpulkan jerami, daun kering, rumput, atau sisa tanaman yang tersedia di sekitar kebun. Sebaiknya pilih bahan yang tidak membawa gulma atau bagian tanaman yang menunjukkan gejala penyakit.
2. Keringkan bahan
Untuk bahan yang masih terlalu basah, keringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Bahan tanaman yang sudah cukup kering lebih mudah ditata sebagai lapisan penutup tanah.
3. Bersihkan gulma di sekitar tanaman
Sebelum mulsa diletakkan, bersihkan gulma yang sudah tumbuh di sekitar tanaman. Setelah itu, mulsa dapat digunakan untuk membantu menghambat munculnya gulma berikutnya. FAO mencatat bahwa lapisan residu tanaman di permukaan tanah dapat membantu menekan pertumbuhan gulma.
4. Letakkan mulsa di permukaan tanah
Sebarkan bahan secara merata di sekitar tanaman sehingga permukaan tanah tidak terlalu terbuka. Jangan menempelkan mulsa terlalu rapat pada batang karena area pangkal tanaman tetap perlu memiliki sirkulasi udara yang baik.
5. Periksa secara berkala
Mulsa organik akan terurai secara alami. Karena itu, lapisannya perlu diperiksa dan ditambahkan kembali apabila sudah menipis. Bahan yang mulai terurai juga akan menjadi bagian dari bahan organik tanah.
Mengapa Mulsa Membantu Saat Kemarau?
Tanah yang terbuka menerima paparan langsung matahari sehingga air lebih mudah hilang melalui evaporasi. Lapisan mulsa dapat mengurangi penguapan dari permukaan tanah dan membantu mempertahankan kelembapan di zona perakaran.
Selain itu, permukaan tanah yang tertutup bahan organik dapat membantu air hujan masuk ke dalam tanah dan mengurangi limpasan permukaan. FAO menjelaskan bahwa keberadaan lapisan vegetasi mati dapat meningkatkan infiltrasi air sekaligus melindungi tanah dari dampak langsung air hujan.
Di Indonesia, publikasi Kementerian Pertanian juga menunjukkan bahwa penggunaan mulsa dari sisa tanaman seperti jerami dapat membantu mempertahankan kadar air tanah dan menurunkan kehilangan air melalui evaporasi.
Jangan Asal Memasang Mulsa
Mulsa memang sederhana, tetapi bukan berarti bisa digunakan tanpa memperhatikan kondisi lahan. Bahan yang digunakan sebaiknya tidak menjadi sumber gulma atau membawa organisme pengganggu tanaman ke area budidaya. FAO juga mencatat bahwa beberapa jenis rumput yang digunakan sebagai mulsa dapat berpotensi tumbuh kembali dan menjadi gulma apabila tidak dikelola dengan baik.
Kondisi lahan juga perlu diperhatikan. Pada lingkungan yang terlalu basah dengan drainase buruk, penggunaan lapisan mulsa yang tidak tepat dapat menciptakan kondisi yang kurang sesuai bagi tanaman. Karena itu, jenis dan jumlah bahan perlu disesuaikan dengan komoditas, kondisi tanah, serta ketersediaan air.
Yang perlu diingat, mulsa bukan pengganti penyiraman. Fungsinya lebih kepada membantu mengurangi kehilangan air, menjaga kondisi permukaan tanah, dan membuat air yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien.
Manfaatkan yang Ada di Sekitar Kebun
Jerami, daun, rumput, dan sisa tanaman yang sering dianggap sebagai limbah sebenarnya masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya. Dengan pengelolaan yang tepat, bahan-bahan tersebut dapat menjadi pelindung permukaan tanah sekaligus membantu menjaga kelembapan.
Jadi, sebelum membeli bahan mulsa, coba lihat dulu apa yang tersedia di sekitar kebun. Bisa jadi bahan yang dibutuhkan sudah ada dan hanya perlu dimanfaatkan dengan cara yang tepat.
Penulis: Muhammad Yudistira | Editor: Muhammad Yudistira