ATRAKTOR CUMI-CUMI: SOLUSI UNTUK HASIL TANGKAPAN BERKELANJUTAN
ATRAKTOR CUMI-CUMI: SOLUSI UNTUK HASIL TANGKAPAN BERKELANJUTAN
![]()
Menurut Mulyono et.al (2023), penangkapan cumi-cumi saat ini berlangsung sangat masif dan sering kali mengabaikan kelestarian sumber dayanya. Akibatnya, produksi cumi-cumi mengalami fluktuasi dan cenderung menurun dari waktu ke waktu. Nelayan menangkap cumi-cumi di hampir semua lokasi yang didatanginya, sehingga tidak memberi kesempatan yang cukup bagi cumi-cumi untuk bertelur dan memperbanyak diri.
Salah satu teknologi yang bisa membantu memulihkan populasi cumi-cumi di alam adalah atraktor cumi-cumi. Atraktor ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu penangkapan, tetapi juga menjadi “rumah baru” atau ekosistem buatan bagi cumi-cumi di perairan. Cumi-cumi akan menempelkan telurnya pada atraktor, kemudian telur tersebut menetas dan populasi cumi-cumi berkembang dengan memanfaatkan media tersebut sebagai tempat hidup dan berkembang biak.
Dengan adanya atraktor cumi di perairan, akan memudahkan nelayan untuk menangkap cumi-cumi, Nelayan tidak akan kesulitan lagi mencari daerah penangkapan cumi-cumi, sehingga akan mengefisienkan dalam penggunaan bahan bakar dan tentu saja dapat meningkatkan penangkapan cumi-cumi pada setiap musimnya. Pemasangan araktor cumi-cumi pada suatu lokasi akan memberikan kejelasan daerah penangkapan ikan (DPI) bagi nelayan, sehingga nelayan tidak perlu lagi mencari-cari DPI dan langsung menuju ke lokasi dimana atraktor cumi-cumi dipasang.
Bentuk dan Bahan Atraktor
1. Atraktor Kotak
Atraktor cumi yang berbentuk kotak berukuran 75 x 50 x 35 centimeter kubik dengan kerangka dari kayu, dan dilengkapi dengan tali-tali rami yang berdiri vertikal dibagian tengah, bagian sisi atas ditutupi waring yang bertujuan untuk membuat bagian dalam atraktor teduh atau agak gelap.

2. Atraktor Silinder
Terdapat juga atraktor yang berbentuk tabung (silindris) berbahan drum bekas dengan ukuran diameter 50 cm dan tinggi 90 cm. Dilengkapi dengan tali-tali rami yang berdiri vertikal pada bagian tengahnya.

Gimana nih sobat perikanan, menarik bukan? Kamu bisa memanfaatkan teknologi ini untuk memudahkan penangkapanmu loh.
Selamat berinovasi.
Penulis: Juan Febrian Panggabean | Editor: Juan Febrian Panggabean