KETAHUI PENYEBAB UTAMA PENYAKIT PADA IKAN BUDIDAYA DAN LANGKAH PENCEGAHANNYA
KETAHUI PENYEBAB UTAMA PENYAKIT PADA IKAN BUDIDAYA DAN LANGKAH PENCEGAHANNYA
![]()

Penyakit merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi dalam kegiatan budidaya ikan. Pada sistem budidaya intensif, risiko serangan penyakit biasanya lebih tinggi karena kepadatan ikan dalam kolam hampir mencapai batas daya dukung lingkungan. Kondisi tersebut membuat ikan mudah stres dan memicu munculnya berbagai penyakit. Selain kepadatan yang tinggi, ada sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi timbulnya penyakit pada ikan budidaya.
- Pergantian Musim dan Perubahan Lingkungan
Perubahan dari musim kemarau ke musim hujan sering kali menjadi momen yang rentan bagi ikan. Fluktuasi suhu dan perubahan kualitas air dapat mengganggu keseimbangan ekosistem kolam serta menurunkan daya tahan tubuh ikan. Ikan dengan kondisi tubuh lemah akan lebih mudah diserang oleh bibit penyakit. Oleh karena itu, pembudidaya perlu melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kestabilan suhu air, memperbaiki sirkulasi, serta memberikan pakan bergizi tinggi ketika kondisi lingkungan mulai berubah.
- Kebersihan Kolam dan Alat Budidaya
Kolam dan peralatan yang tidak terjaga kebersihannya dapat menjadi sarang tumbuhnya organisme penyebab penyakit. Sisa pakan, kotoran ikan, serta lumut yang menumpuk di dasar kolam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya. Agar hal ini tidak terjadi, pembudidaya perlu membersihkan kolam dan alat budidaya secara rutin untuk menjaga kualitas air dan menghambat penyebaran penyakit.
- Persiapan dan Kondisi Kolam
Kolam yang tidak dipersiapkan dengan baik dapat menjadi sumber masalah bagi ikan sejak awal penebaran benih. Air yang terlalu asam, kotor, atau mengandung bahan kimia berlebihan dapat menurunkan daya tahan ikan. Oleh karena itu, sebelum digunakan, kolam perlu melalui tahap persiapan yang meliputi pengeringan, pengapuran, dan pengisian air baru dengan kualitas yang sesuai agar ikan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan budidaya.
- Mutu dan Kesehatan Benih Ikan
Kualitas benih menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit. Benih yang berasal dari sumber yang tidak terpercaya atau dalam kondisi lemah akan lebih rentan terserang penyakit meskipun sistem pemeliharaan sudah baik. Sebelum ditebar, benih perlu diperiksa kesehatannya dan dipastikan berasal dari pembenih yang memiliki reputasi baik. Proses penebaran juga harus dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak stres dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kolam.
- Kandungan Gizi dan Kualitas Pakan
Pakan berperan besar dalam menjaga kekebalan tubuh ikan. Jika pakan yang diberikan tidak memiliki komposisi gizi yang seimbang, daya tahan ikan akan menurun dan penyakit lebih mudah menyerang. Pembudidaya perlu memilih pakan yang kaya akan protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan jenis ikan yang dibudidayakan agar pertumbuhan optimal dan kesehatan ikan tetap terjaga.
Pencegahan penyakit pada ikan budidaya tidak bisa dilakukan hanya dengan satu cara, melainkan melalui pengelolaan menyeluruh mulai dari lingkungan hingga pakan. Lima hal utama yang perlu diperhatikan meliputi perubahan kondisi lingkungan, kebersihan kolam, kesiapan kolam, mutu benih, dan kualitas pakan. Dengan menjaga kelima aspek ini, pembudidaya dapat menciptakan sistem budidaya yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra