Artikel

6 TIPS MERAWAT TANAMAN SUKULEN

yen-vu-2MNFnPdsGyg-unsplash
Artikel / Pertanian / Tanaman Hias

6 TIPS MERAWAT TANAMAN SUKULEN

Sukulen masih menjadi salah satu tanaman hias yang banyak disukai hingga kini. Bentuknya yang unik dan lucu terlihat bagus sebagai dekorasi ruangan yang diletakkan di meja atau sudut jendela. Selain sebagai dekorasi, sukulen juga dapat memurnikan udara. Istilah sukulen mengacu pada tanaman apapun yang memiliki kemampuan adaptasi untuk bertahan hidup di lingkungan gersang dan panas. Istilah ini tidak mengacu pada famili tanaman tertentu, bahkan beberapa jenis sukulen tidak berhubungan sama sekali satu sama lain. Tidak seperti tanaman hias lain, sukulen memiliki perawatan khusus yang sedikit berbeda. Berikut enam tips merawat sukulen di rumah.

  1. Cahaya yang Cukup

Sukulen menyukai cahaya dan umumnya membutuhkan sekitar 6 jam/hari cahaya matahari, tergantung pada jenis sukulennya. Meskipun beberapa jenis sukulen cenderung mirip, namun tidak semua jenis memiliki kebutuhan cahaya yang sama. Beberapa jenis sukulen membutuhkan kondisi cahaya yang rendah, seperti lidah buaya (Aloe), lidah mertua (Sansevieria), dan Haworthia.

Sementara, sukulen yang memiliki warna cerah akan tumbuh paling baik di lingkungan dengan cahaya matahari langsung. Jendela yang menghadap ke arah timur sangat baik untuk banyak jenis tanaman karena memberikan cahaya matahari pagi yang tidak menghanguskan tanaman. Sukulen yang baru ditanam dapat hangus di bawah cahaya matahari langsung, sehingga paparan cahaya matahari diberikan secara bertahap. Hal yang dapat dilakukan seperti menempatkan sukulen di balik tirai tipis, sehingga tidak terpapar cahaya matahari secara langsung.

2. Drainase yang Baik

Sukulen tidak menyukai tanah yang tergenang air karena mengakibatkan sukulen membusuk, sehingga sangat penting memilih pot dengan drainase yang baik. Pastikan pot memiliki lubang drainase untuk memungkinkan kelebihan air keluar. Disarankan memilih pot yang berbahan tanah liat, seperti pot terakota. Tanah liat dapat mengurangi kelembaban dengan menyerap kelebihan air, tidak seperti pot plastik atau keramik yang bersifat menahan air.

3. Penyiraman yang Tepat

Umumnya penyiraman sukulen dilakukan setiap 2-3 minggu. Penyiraman dapat dilakukan lebih sering pada kondisi paparan cahaya matahari yang tinggi dan lebih jarang pada paparan cahaya matahari yang rendah. Jika diukur menggunakan alat pengukur kelembaban tanah (soil moisture meter), skala satu menunjukkan sudah saatnya untuk menyiram. Menentukan waktu penyiraman juga dapat dilakukan dengan cara manual yaitu menggunakan jari. Jika 3 cm (sekitar 1,5-2 ruas jari orang dewasa) tanah teratas kering, maka sudah saatnya untuk menyiram.

Penyiraman dilakukan dengan menyiram tanah secara langsung, bukan menyiram air ke sukulen karena dapat menyebabkan sukulen berjamur. Penyiraman juga dapat dilakukan dengan menempatkan pot pada wadah berisi air dan membiarkan air meresap melalui lubang drainase sampai bagian atas tanah basah.

4. Memutar Posisi Sukulen

Meskipun sukulen menyukai cahaya matahari langsung, namun terus-menerus berada pada posisi yang sama bukanlah hal yang baik. Secara alami, sukulen tumbuh condong ke arah matahari.  Sukulen yang hanya mendapatkan cukup cahaya pada satu sisinya dapat menyebabkan sukulen tersebut tumbuh condong ke satu sisi. Memutar atau mengubah posisi sukulen akan menjaganya tetap berdiri tegak.

5. Memperhatikan OPT

Beberapa OPT yang sering menyerang sukulen adalah kutu putih (mealybug), serangga sisik, tungau, dan cendawan penyebab busuk seperti Rhizoctonia dan Helminthosporius. OPT dapat mengganggu pertumbuhan sukulen pada setiap fase pertumbuhan. Pengendalian OPT yang tepat diperlukan untuk menjaga sukulen dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

6. Bersabar

Sukulen merupakan jenis tanaman yang tumbuh lambat dan bukan tanaman yang mudah berbunga seperti tanaman hias lain. Untuk melihat perubahan pada sukulen butuh waktu yang cukup lama, sehingga perlu kesabaran untuk menunggu dan merawatnya. Meskipun tumbuh lambat, salah satu kelebihan sukulen adalah umurnya yang panjang, sehingga dengan perawatan yang tepat sukulen dapat hidup hingga bertahun-tahun.

Penulis : Niky Elfa Amanatillah dan Hermanu Triwidodo | Editor : Exciyona Adistika

Konsultasi

    X