Artikel

TIPS PENGELOHAN FRASS ULAT SUTRA SEBAGAI PUPUK ORGANIK

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - TIPS PENGELOHAN FRASS ULAT SUTRA SEBAGAI PUPUK ORGANIK
Artikel / Hama dan Penyakit Tanaman / Pertanian

TIPS PENGELOHAN FRASS ULAT SUTRA SEBAGAI PUPUK ORGANIK

Frass ulat sutra merupakan limbah yang dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Seiring dengan meningkatnya budidaya ulat sutra di berbagai wilayah, penumpukan frass dapat menjadi sumber pencemaran. Oleh karena itu, salah satu cara yang tepat untuk mengolah limbah ini adalah dengan memanfaatkannya sebagai pupuk organik.

Frass ulat sutra memiliki kandungan unsur hara yang tinggi, seperti kadar C organik yang cukup besar dan menjadi sumber energi bagi mikroba tanah. Pengolahan frass menjadi kompos meningkatkan kandungan unsur hara seperti:

  • Nitrogen (N): 3,57-3,97%
  • Fosfor (P): 1,58-1,66%
  • Kalium (K): 2,26-2,35%

Kandungan ini memenuhi standar pupuk organik berdasarkan SNI, yaitu minimal 2%. Proses pengomposan dilakukan dengan bantuan mikroorganisme efektif seperti EM-4 untuk mempercepat dekomposisi.

Langkah-Langkah Pengolahan Frass Ulat Sutra
Alat yang Diperlukan
  • Plastik dengan ketebalan 20-30 cm
  • Karung goni
  • Gunting
  • Cangkul
Bahan yang Diperlukan
  • Kotoran sapi
  • Frass ulat sutra
  • Sekam
  • EM-4 (2 ml)
  • Dedak
  • 1 liter tanah non-klorin
  • Larutan gula (2 ml)
  • Daun dan ranting murbei (4 cm)
Proses Pembuatan
  1. Campurkan EM-4 dan larutan gula masing-masing 2 ml ke dalam 1 liter air tanah.
  2. Potong daun dan ranting murbei sepanjang 4 cm, lalu campurkan frass ulat sutra dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
  3. Campurkan seluruh bahan dengan dedak (10:1), kemudian aduk menggunakan cangkul.
  4. Tambahkan larutan EM-4 hingga kompos dapat dikepal dan menyatu saat tangan dibuka, tetapi menjadi remah saat disentuh kembali.
  5. Letakkan campuran di atas ubin atau alas plastik, lalu tutup dengan karung goni.
  6. Jaga suhu pengomposan antara 40-50ºC dan biarkan selama 7-10 hari dengan kelembaban sekitar 50% tanpa penutup.
Proses Pemupukan

Pupuk organik dari frass ulat sutra sebaiknya diberikan pada tanaman 10 hari setelah tanam (HST). Pemupukan dilakukan setiap 10 hari dengan dosis sesuai kebutuhan tanaman. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara:

  • Menaburkannya di sekitar tanaman
  • Mengaplikasikannya dalam lubang tanam sebelum memasukkan bibit

Selain pemupukan, perawatan tanaman juga mencakup penyiangan dan penyulaman agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Pemanfaatan frass ulat sutra sebagai pupuk organik merupakan solusi yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Dengan langkah-langkah pengolahan yang sederhana, limbah ulat sutra dapat diubah menjadi pupuk berkualitas yang kaya akan unsur hara, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Penulis: Fathiyya Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar