TERNAK SAKIT ATAU MATI MENDADAK? JANGAN LANGSUNG DISEMBELIH
TERNAK SAKIT ATAU MATI MENDADAK? JANGAN LANGSUNG DISEMBELIH
![]()
Bagi peternak, kehilangan ternak tentu menjadi kerugian yang tidak sedikit. Namun, ketika sapi, kambing, atau domba tiba-tiba sakit parah maupun mati tanpa penyebab yang jelas, ada hal penting yang perlu diutamakan: jangan langsung menyembelih atau mengonsumsi ternak tersebut.
Ternak yang sakit atau mati mendadak bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah antraks, yaitu penyakit menular yang dapat menyerang hewan dan manusia.
Pada 6 Oktober 2026, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyembelih atau mengonsumsi ternak yang sakit maupun mati mendadak. Peternak diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan agar ternak dapat diperiksa dan ditangani sesuai prosedur. (Sumber: Ditjen PKH Kementan)
Mengapa Ternak yang Mati Mendadak Tidak Boleh Langsung Disembelih?
Kematian mendadak tidak selalu disebabkan oleh penyakit menular. Namun, tanpa pemeriksaan, penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan penampilan luar ternak.
Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah antraks, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat menyerang hewan pemakan rumput, seperti sapi, kambing, dan domba, serta menular kepada manusia.
Menurut informasi Kementerian Pertanian, bangkai hewan yang terinfeksi antraks tidak boleh dibuka. Ketika bangkai terpapar udara, bakteri dapat membentuk spora yang mampu bertahan lama di lingkungan. Spora tersebut berpotensi mencemari tanah dan menjadi sumber penularan. (Sumber: Kementan — Informasi Antraks dan Keamanan Pangan)
Manusia dapat terpapar melalui kontak dengan hewan atau bahan asal hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, menyembelih, menguliti, mengolah, membagikan, atau mengonsumsi ternak yang sakit maupun mati mendadak dapat menimbulkan risiko serius.
Apa yang Harus Dilakukan Peternak?
1. Jangan Menyembelih atau Mengonsumsi Ternak
Jika ternak mati mendadak atau menunjukkan gejala penyakit berat, jangan mengambil dagingnya untuk dikonsumsi maupun dibagikan kepada orang lain.
Hindari pula menguliti, membedah, atau memindahkan bangkai tanpa arahan petugas. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko paparan penyakit dan pencemaran lingkungan.
2. Hindari Kontak Langsung dengan Bangkai
Jauhkan orang lain dan hewan yang masih sehat dari lokasi bangkai. Jangan menyentuh cairan tubuh atau bagian tubuh ternak yang dicurigai terinfeksi.
Apabila sebelumnya sudah terjadi kontak, segera sampaikan informasi tersebut kepada petugas kesehatan. Jika muncul gejala setelah paparan, segera cari pertolongan medis dan jelaskan riwayat kontak dengan ternak.
3. Segera Laporkan kepada Petugas Kesehatan Hewan
Hubungi dokter hewan, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), atau dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di daerah setempat.
Sampaikan jenis ternak, jumlah ternak yang sakit atau mati, waktu kejadian, serta gejala yang terlihat sebelum kematian. Informasi tersebut membantu petugas menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
4. Ikuti Arahan Penanganan dari Petugas
Jangan mengubur, membakar, membuka, atau memusnahkan bangkai berdasarkan keputusan sendiri sebelum memperoleh arahan petugas. Penanganannya perlu disesuaikan dengan dugaan penyakit dan prosedur yang berlaku.
Jika dicurigai antraks, penanganan bangkai harus dilakukan oleh pihak berwenang dengan prosedur khusus untuk mencegah penyebaran spora ke lingkungan.
5. Lindungi Ternak yang Masih Sehat
Batasi perpindahan ternak dari lokasi kejadian dan hindari memindahkan ternak yang sakit ke kandang lain tanpa petunjuk petugas. Amati ternak lain yang berada dalam kelompok yang sama dan laporkan jika muncul gejala serupa.
Peternak juga perlu menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar masuk orang dan kendaraan, serta mengikuti program vaksinasi apabila dianjurkan oleh petugas kesehatan hewan.
Jangan Mengutamakan Daging, Utamakan Keselamatan
Keinginan untuk mengurangi kerugian saat ternak mati memang dapat dipahami. Namun, menyembelih atau memanfaatkan ternak yang sakit maupun mati mendadak tanpa pemeriksaan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar.
Pelaporan dini membantu petugas mengetahui kemungkinan penyebab kematian, menentukan tindakan pengendalian, dan melindungi ternak lain serta masyarakat di sekitarnya.
Ingat, Sobat Ternak: jika ternak sakit parah atau mati mendadak, jangan langsung disembelih atau dikonsumsi. Hindari kontak dengan bangkai dan segera hubungi petugas kesehatan hewan.
Penulis: Muhammad Yudistira