Artikel

PELATIHAN PRODUKSI BENIH DIGELAR TANI CENTER IPB SEBAGAI LANJUTAN PELATIHAN PRODUKSI DAN PENANGANAN BENIH BERMUTU

Screenshot (1279)
Berita / Siaran Pers

PELATIHAN PRODUKSI BENIH DIGELAR TANI CENTER IPB SEBAGAI LANJUTAN PELATIHAN PRODUKSI DAN PENANGANAN BENIH BERMUTU

“Varietas padi dapat dinilai unggul apabila tahan akan penyakit serta memberikan hasil produksi yang banyak secara cepat, sehingga produksi tersebut dapat segera diteruskan kepada pihak teknologi benih untuk dilakukan proses pengelolaan benih.”

DIGITANI.IPB.AC.ID, BOGOR – Tani Center IPB University berkolaborasi dengan Gerakan Petani Nusantara (GPN) menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Produksi Benih” sebagai lanjutan dari pelatihan sebelumnya yaitu “Produksi dan Penanganan Benih Padi Bermutu (4/10). Pelatihan ini diselenggarakan secara online melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh 55 peserta.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong para petani sebagai produsen benih dalam memahami kegiatan atau usaha produksi benih yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Peserta pelatihan terdiri dari pihak Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), produsen benih, dan petani mitra Tani Center IPB University yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Narasumber pada pelatihan ini yaitu Candra Budiman, S.P., M.Si., selaku dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan hasil kajian penelitian yang telah dilakukan di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian terkait produksi benih yang menghasilkan padi bermutu.

“Varietas padi dapat dinilai unggul apabila tahan akan penyakit serta memberikan hasil produksi yang banyak dan cepat, sehingga produksi tersebut dapat segera diteruskan kepada pihak teknologi benih untuk dilakukan proses pengelolaan benih,” ujar Dosen Agronomi dan Hortikultura ini.

Penyampaian materi ke peserta pelatihan (Foto: Tani Center IPB University)

Selanjutnya, Candra juga menyampaikan bahwa ketahanan kualitas benih dapat dimiliki oleh petani melalui beberapa prinsip, seperti penentuan jenis tanaman atau varietas, agroklimatologi (iklim) dan lokasi, persiapan lahan dan penanaman, irigasi dan pemupukan, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen. Selain itu, Candra juga mengatakan bahwa teknik roguing dalam produksi benih perlu dilakukan untuk menjaga kemurnian varietas.

“Pelaksanaan teknik roguing dapat dilakukan dengan cara memeriksa tanaman dan membuang tanaman individu yang tidak sesuai dengan karakter varietas yang ditanam,” ujar Candra.

Acara pelatihan dilanjutkan dengan diskusi terbuka oleh para peserta dengan narasumber yang dipandu oleh moderator. Selanjutnya, acara pelatihan diakhiri dengan sesi foto bersama yang dilakukan oleh panitia pelaksana, narasumber, dan para peserta pelatihan.

Penulis: Nurma Wibi Earthany | Editor: Exciyona Adistika

Konsultasi

    X