Artikel

MUCUNA BRACTEATA: SOLUSI PENGENDALIAN GULMA PADA KELAPA SAWIT

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - MUCUNA BRACTEATA: SOLUSI PENGENDALIAN GULMA PADA KELAPA SAWIT
Artikel / Hama dan Penyakit Tanaman / Pertanian

MUCUNA BRACTEATA: SOLUSI PENGENDALIAN GULMA PADA KELAPA SAWIT

Perkebunan kelapa sawit sering menghadapi permasalahan gulma yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama. Jenis-jenis gulma seperti Mikania micrantha, Ageratum conyzoides, Asystasia gangetica, dan Borreria alata merupakan beberapa spesies yang umum ditemukan di lahan kelapa sawit. Tingginya intensitas cahaya yang mencapai permukaan tanah menjadi faktor utama yang mendukung perkecambahan benih gulma.

Meskipun penggunaan herbisida kimiawi menjadi solusi cepat dalam mengendalikan gulma, penggunaannya yang tidak terkontrol dapat menimbulkan resistensi pada gulma. Penggunaan herbisida kimiawi juga berdampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah dengan menggunakan Mucuna bracteata.

Keunggulan Mucuna bracteata sebagai Pengendali Gulma

Mucuna bracteata adalah tanaman penutup tanah yang memiliki berbagai keunggulan dalam pengendalian gulma. Berikut beberapa keunggulannya:

  1. Menjaga Kesuburan Tanah Mucuna bracteata dapat meningkatkan kadar bahan organik tanah melalui dekomposisi biomassa yang dihasilkannya. Hal ini membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan unsur hara.
  2. Menekan Pertumbuhan Gulma Dengan pertumbuhan yang cepat (10–30 cm per hari), Mucuna bracteata mampu menutupi permukaan tanah dalam waktu singkat, sehingga mencegah pertumbuhan gulma secara efektif.
  3. Menghasilkan Biomassa dalam Jumlah Besar Tanaman ini dapat menghasilkan biomassa dalam jumlah besar, yang bermanfaat sebagai sumber bahan organik bagi tanah dan tanaman utama.
  4. Menjadi Sumber Nutrisi bagi Tanaman Utama Dengan kandungan nutrisi yang tinggi, Mucuna bracteata dapat menjadi sumber makanan yang bermanfaat bagi tanaman kelapa sawit.
  5. Menahan Erosi dan Banjir Akarnya yang kuat mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis oleh air, sehingga mengurangi risiko erosi dan banjir di perkebunan.
  6. Tahan terhadap Naungan Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik meskipun berada di bawah naungan kelapa sawit, sehingga tidak mengganggu tanaman utama.
  7. Berumur Panjang dan Cepat Bertumbuh Mucuna bracteata memiliki umur yang panjang dan mampu berkembang dengan cepat, menjadikannya pilihan yang ideal sebagai tanaman penutup tanah.
Cara Efektif Penanaman Mucuna bracteata

Agar manfaat Mucuna bracteata dapat diperoleh secara maksimal, diperlukan teknik penanaman yang tepat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman Mucuna bracteata di perkebunan kelapa sawit adalah:

  • Waktu Penanaman: Waktu terbaik untuk menanam Mucuna bracteata adalah pada musim hujan. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang lembap akan mendukung pertumbuhan tanaman ini.
  • Kondisi Iklim: Curah hujan ideal untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1.000–2.500 mm per tahun.
  • Tingkat Populasi: Kepadatan tanaman yang tinggi akan mempercepat proses penutupan lahan dan meningkatkan efektivitas pengendalian gulma.

Meskipun memiliki banyak manfaat, pemeliharaan Mucuna bracteata harus dilakukan dengan baik agar tidak mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Pemangkasan secara berkala diperlukan agar tanaman ini tidak tumbuh terlalu lebat dan menghambat pertumbuhan tanaman utama.

Penggunaan Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah perkebunan kelapa sawit merupakan solusi efektif dan ramah lingkungan dalam mengendalikan gulma. Dengan berbagai keunggulannya, tanaman ini tidak hanya membantu menekan pertumbuhan gulma tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kesuburan tanah. Risiko erosi dan meningkatkan produktivitas perkebunan juga dapat menjadi manfaat yang dihasilkan oleh tanaman penutup tanah ini. Oleh karena itu, penggunaan tanaman ini dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan bagi para petani kelapa sawit.

Penulis: Fathiyya Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar