MENTIMUN CEPAT BUSUK? INI PENYEBAB UTAMANYA
MENTIMUN CEPAT BUSUK? INI PENYEBAB UTAMANYA
![]()
Mentimun dikenal sebagai sayuran yang segar, banyak mengandung air, rendah kalori, dan sering jadi pilihan untuk lalapan, rujak, sampai infused water. Tapi, pernahkah kamu beli mentimun, disimpan sebentar saja, tiba-tiba sudah lembek dan mulai busuk? Kalau iya, tenang… kamu gak sendirian. Faktanya, mentimun memang termasuk hasil hortkiltura yang mudah mengalami kerusakan. Supaya tidak terus bertanya-tanya, yuk kita bahas apa penyebab mentimun cepat busuk dan bagaimana cara menyimpannya agar lebih awet.
1. Kandungan Air yang Sangat Tinggi
Mentimun mengandung sekitar 95% air. Inilah yang membuatnya terasa segar, tapi juga jadi alasan utama kenapa mentimun cepat lembek dan busuk. Kandungan air yang tinggi mempercepat proses metabolisme setelah panen dan menjadi kondisi ideal bagi mikroorganisme pembusuk untuk berkembang jika mentimun tidak segera dikonsumsi.
2. Mudah Rusak Saat Panen dan Pengangkutan
Mentimun termasuk buah yang sensitive terhadap benturan, tekanan, dan goresan. Luka kecil yang mungkin tidak terlihat, bisa menjadi jalan masuk bagi jamur dan bakteri penyebab pembusukan. Karena itu, proses panen dan pengangkutan sebaiknya dilakukan dengan perlakukan yang hati-hati.
3. Suhu Penyimpanan Kurang Tepat
Mentimun paling baik disimpan pada suhu sekitar 10-12OC. Jika terlalu lama berada di suhu ruang, mentimun akan cepat rusak. Sebaliknya, suhu yang terlalu dingin juga tidak baik karena bisa menyebabkan chilling injury yang membuat mentimun justru lebih cepat membusuk.
4. Serangan Mikroorganisme Pascapanen
Jamur dan bakteri seperti Pythium, Fusarium, dan Erwinia dapat menyebabkan busuk lunak pada mentimun, terutama jika disimpan di tempat lembap dan sirkulasi udara kurang baik. Itulah sebabnya mentimun sebaiknya disimpan di tempat kering dengan ventilasi yang cukup.
5. Panen Terlalu Matang
Mentimun yang dipanen terlalu tua biasanya bertekstur lebih lunak dan rasa segarnya berkurang. Mentimun idealnya sebaiknya dipanen saat masih berwarna hijau cerah, kulit mulus, dan ukurannya belum terlalu besar. Panen pada waktu yang tepat dapat membantu memperpanjang umur simpan mentimun.
Tips Menyimpan Mentimun Supaya Lebih Awet
Agar mentimun tetap segar lebih lama dan tidak cepat lembek, ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan:
√ Bungkus mentimun dengan kertas atau tisu, lalu simpan di laci atau rak sayur kulkas agar kelembapannya lebih terkontrol.
√ Jangan mencuci mentimun sebelum disimpan. Cuci bersih hanya saat akan dikonsumsi supaya tidak mempercepat pembusukan.
√ Simpan terpisah dari buah penghasil gas etilan seperti apel dan pisang, karena gas ini bisa mempercepat proses pematangan dan pembusukan mentimun.
√ Pilih mentimun yang kondisinya masih baik, kulitnya mulus, tidak lecet, dan tampak segar serta mengilap.
Jadi, mentimun cepat busuk itu bukan hanya soal cara menyimpannya saja, tapi juga dipengaruhi oleh proses panen, perlakuan fisik selama distribusi, hingga kondisi lingkungan di sekitarnya. Dengan penanganan yang tepat, mentimun bisa tetap segar sampai sekitar satu minggu. Yuk, mulai lebih teliti saat memilih dan menyimpan mentimun, supaya kesegarannya lebih awet dan tidak cepat berlubang.
Penulis: Putri Nirmalasari | Editor: Fathiyya Azzahra