Artikel

LAYU KECAMBAH PADA TANAMAN SENGON, KENALI GEJALANYA

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - LAYU KECAMBAH PADA TANAMAN SENGON, KENALI GEJALANYA
Artikel / Hortikultura / Pertanian

LAYU KECAMBAH PADA TANAMAN SENGON, KENALI GEJALANYA

Tanaman sengon merupakan salah satu tanaman hutan yang dikenal sebagai tanaman fast growing atau tumbuh cepat. Keunggulan ini menjadikan sengon sebagai pilihan utama dalam pembangunan hutan tanaman industri (HTI).

Berdasarkan penelitian Dayadi (2021) yang diterbitkan dalam jurnal Perennial, sengon memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi. Selain itu, tanaman ini memiliki persyaratan tumbuh yang tidak rumit serta kayunya serbaguna, menjadikannya bahan baku yang banyak digunakan dalam industri kayu. Tak hanya itu, sengon juga memiliki kemampuan menyuburkan lahan tempatnya tumbuh.

Klasifikasi Tanaman Sengon

Tanaman sengon memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

  • Regnum: Plantae
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledonae
  • Ordo: Leguminosae
  • Famili: Mimosaceae
  • Genus: Paraserianthes
  • Spesies: Paraserianthes falcataria (L) Nielsen
Jenis-Jenis Sengon

Melansir dari Lindungihutan.com, terdapat beberapa jenis pohon sengon yang tersebar di Indonesia, yaitu:

  1. Sengon Buto atau Sengon Merah
  2. Sengon Solomon
  3. Sengon Tekek

Masing-masing jenis sengon ini memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang membuatnya banyak dibudidayakan di berbagai daerah.

Penyakit Layu Kecambah pada Pembibitan Sengon

Pertumbuhan yang baik dan pembibitan yang sehat menjadi faktor utama dalam keberhasilan budidaya sengon. Namun, sering kali pembibitan sengon mengalami serangan penyakit, salah satunya adalah penyakit layu kecambah atau Damping-off. Penyakit ini kerap menyerang tanaman yang masih berusia 3 hingga 5 minggu. Menurut penelitian Farber dan Mundt (2017) yang diterbitkan dalam jurnal Phytopathology American Phytopathological Society, penyakit layu kecambah dapat menyebabkan tingkat kematian bibit yang tinggi jika tidak ditangani dengan baik.

Gejala-gejala penyakit ini telah diteliti oleh Yunik dan Okta (2020) dan diterbitkan dalam jurnal Sylva Lestari. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi penyebaran penyakit yang semakin luas antara lain:

  • Bagian batang dan ranting layu seperti tersiram air panas.
  • Daun yang terserang menunjukkan gejala kelayuan.
  • Tanaman mengalami kerebahan yang pada akhirnya menyebabkan kematian.

Sengon merupakan tanaman yang memiliki potensi besar dalam industri kehutanan karena pertumbuhannya yang cepat serta manfaat ekonomis dan ekologisnya yang tinggi. Meskipun memiliki banyak keunggulan, pembudidayaan sengon tetap harus diperhatikan, terutama dalam tahap pembibitan yang rentan terhadap penyakit layu kecambah. Dengan pemahaman yang baik terhadap jenis-jenis sengon serta cara pencegahan penyakitnya, tanaman ini dapat dibudidayakan secara optimal untuk mendukung industri kehutanan yang berkelanjutan.

Penulis: Anis Bias Cintaning | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar