Artikel

KOTORAN AYAM DIGOLONGKAN SEBAGAI LIMBAH INDUSTRI BAGI PEMERINTAH INGGRIS

KOTORAN AYAM DIGOLONGKAN SEBAGAI LIMBAH INDUSTRI BAGI PEMERINTAH INGGRIS 
Artikel / Peternakan

KOTORAN AYAM DIGOLONGKAN SEBAGAI LIMBAH INDUSTRI BAGI PEMERINTAH INGGRIS

Loading

Limbah peternakan unggas merupakan salah satu tantangan utama dalam industri peternakan modern. Kotoran ayam yang dihasilkan dalam jumlah besar diketahui mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi pertanian. Namun, bila kotoran tersebut tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Hal tersebut dialami oleh salah satu peternakan unggas industri di Herefordshire, Inggris, yang kini menghadapi peraturan baru terkait pembuangan kotoran ayam. Dilansir dari The Guardian, putusan Pengadilan Tinggi Inggris menetapkan bahwa kotoran ayam dapat dikategorikan sebagai limbah industri. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap peternakan besar harus menyusun rencana terperinci dan transparan untuk membuangnya dengan aman agar tidak merusak lingkungan.

Dampak Pencemaran Sungai Wye

Hasil putusan Pengadilan Tinggi Inggris terkait limbah peternakan berdampak luas pada peternakan unggas di seluruh wilayah Inggris. Pemerintah Inggris dan Wales telah mengalokasikan dana sebesar £1 juta atau sekitar Rp21 miliar untuk meneliti pencemaran di Sungai Wye, yakni tempat yang menjadi pusat produksi sekitar 23 juta ayam. Penurunan kualitas air sungai tersebut diketahui berkaitan dengan tingginya kandungan fosfat dalam kotoran ayam yang tersebar di lahan pertanian yang masuk ke sungai dan menyebabkan pencemaran serius.

Penelitian menunjukkan bahwa 70 persen kandungan fosfat di daerah aliran Sungai Wye berasal dari kegiatan pertanian, termasuk peternakan unggas intensif. Salah satu saran yang diberikan adalah dengan adanya pengurangan 80 persen jumlah kotoran ayam yang tersebar di daerah tersebut guna melindungi lingkungan. Selain itu, disarankan juga untuk melakukan pengurangan populasi unggas dan distribusi kotoran ke wilayah lain agar mengurangi dampak pencemaran.

Implikasi bagi Peternakan di Indonesia

Dilansir dari The Guardian, putusan ini menegaskan bahwa peternakan ayam industri merupakan bagian dari proses manufaktur industri. Oleh karena itu, limbah yang dihasilkannya harus diperlakukan dengan standar yang sama seperti limbah industri lainnya. Hal ini berarti setiap peternakan ayam di Herefordshire wajib menyediakan perencanaan pengelolaan limbah secara detail saat mengajukan izin operasi.

Dampak keputusan ini tidak hanya di Inggris, tetapi juga menjadi pelajaran bagi industri peternakan di Indonesia. Peternakan unggas di Indonesia berkontribusi besar dalam penyediaan pangan, namun juga berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Fosfat yang berlebihan dalam limbah unggas dapat merusak kualitas tanah dan air, seperti yang terjadi di Sungai Wye. Peraturan ketat di Inggris dapat menjadi acuan bagi Indonesia dalam merancang regulasi lingkungan yang lebih ketat demi menjaga keseimbangan antara produksi pangan dan kelestarian lingkungan.

Kelompok pemerhati lingkungan, seperti River Action, menyambut baik putusan ini sebagai langkah penting dalam mengawasi produksi unggas secara intensif. Mereka menegaskan bahwa kontrol lingkungan yang ketat harus diterapkan tidak hanya di Inggris, tetapi juga di berbagai negara lain yang memiliki peternakan unggas skala besar. Dengan regulasi yang lebih baik, peternakan dapat berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Penulis: Nurma Wibi Earthany  | Editor: Nurma Wibi Earthany

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame