KENALI PENYAKIT JANDA PIRANG PADA BAWANG
KENALI PENYAKIT JANDA PIRANG PADA BAWANG
![]()

Apa Itu Janda Pirang?
“Janda pirang” adalah sebutan petani untuk penyakit pada bawang merah yang membuat daun menguning serempak, seakan kekurangan air atau pupuk. Berbeda dengan penyakit busuk umbi, pada kasus janda pirang umbi bawang tetap tidak membusuk.
Meski begitu, masalah utama dari penyakit ini adalah serangannya terjadi ketika tanaman masih muda, sekitar 25 hari setelah tanam. Karena belum sempat membentuk umbi, kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai 100 persen (puso).
Dugaan Keterkaitan dengan Thrips
Kasus janda pirang pernah terjadi di Brebes, salah satu sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Saat itu, banyak lahan bawang berumur 25 hari gagal panen karena terserang penyakit ini. Petani terpaksa mengalami kerugian besar karena tanaman tidak sempat membentuk umbi.
Ahli dari IPB University menemukan populasi hama thrips yang sangat tinggi pada tanaman bergejala janda pirang. Thrips adalah serangga kecil, panjangnya sekitar 1 milimeter, yang biasa menyerang daun hingga tampak kering dan menguning.
Namun, para ahli menduga ada kemungkinan lain. Thrips bisa saja bukan penyebab utama, melainkan hanya vektor (pembawa) patogen lain seperti virus atau cendawan. Yang menarik, thrips yang ditemukan pada kasus janda pirang berbeda secara morfologi dengan spesies yang biasa menyerang bawang, yaitu Thrips tabaci. Identifikasi lebih lanjut di laboratorium diperlukan untuk memastikan jenisnya.
Pengalaman tersebut menjadi peringatan penting bahwa penyakit baru bisa muncul kapan saja, apalagi bila hama seperti thrips tidak dikendalikan sejak dini.
Langkah Waspada Bagi Petani
Walaupun penyebab pastinya masih diteliti lebih lanjut, petani dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko:
- Pantau sejak dini
Jika daun bawang menguning tidak wajar pada umur muda, segera periksa kemungkinan adanya thrips. - Kendalikan populasi hama
Kurangi thrips dengan cara mekanis (misalnya perangkap), pestisida nabati, atau kimiawi sesuai anjuran. - Kelola lahan dengan baik
Lakukan rotasi tanaman dan jaga kebersihan lahan agar patogen tidak mudah berkembang.
Fenomena janda pirang menunjukkan bahwa serangan organisme pengganggu tanaman bisa muncul dengan gejala yang tidak biasa. Oleh karena itu, petani perlu selalu waspada, menjaga kebersihan lahan, serta aktif mencari informasi terbaru mengenai hama dan penyakit. Dengan pengelolaan yang baik dan kerja sama antara petani, penyuluh, serta peneliti, ancaman seperti janda pirang dapat ditekan sehingga budidaya bawang merah tetap memberikan hasil yang menguntungkan.
Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra