Artikel

KENALAN DENGAN SISTEM AGROFORESTRY!

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - KENALAN DENGAN SISTEM AGROFORESTRY!
Artikel / Hortikultura / Pertanian / Teknologi Pertanian

KENALAN DENGAN SISTEM AGROFORESTRY!

Agroforestry merupakan sebuah sistem pemanfaatan lahan yang menggabungkan tanaman hutan dengan tanaman pertanian. Sistem ini menjadi solusi bagi masyarakat sekitar hutan untuk memanfaatkan lahan tanpa merusak ekosistem hutan. Selain memberikan manfaat ekonomi, agroforestry juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dampak Alih Fungsi Lahan Hutan

Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian kerap menimbulkan berbagai polemik. Beberapa dampak negatif yang dapat terjadi akibat konversi hutan secara terus-menerus antara lain:

  1. Erosi Tanah – Penebangan pohon secara masif menyebabkan tanah kehilangan perlindungan alami, sehingga meningkatkan risiko erosi.
  2. Penurunan Kesuburan Tanah – Penggunaan lahan hutan untuk pertanian tanpa sistem yang tepat dapat menyebabkan degradasi tanah.
  3. Kepunahan Flora dan Fauna – Hilangnya habitat alami akibat deforestasi dapat mengancam keberlangsungan berbagai spesies.
  4. Banjir Bandang – Berkurangnya vegetasi hutan menyebabkan daya serap air tanah menurun, meningkatkan risiko banjir.
  5. Perubahan Lingkungan Global – Deforestasi yang berkelanjutan berkontribusi terhadap perubahan iklim akibat peningkatan emisi karbon.
Agroforestry sebagai Solusi

Sistem agroforestry hadir sebagai solusi dalam menghadapi dampak negatif dari alih fungsi lahan hutan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), agroforestry adalah sistem pengelolaan sumber daya alam yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian. Sistem ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Jenis-Jenis Agroforestry

Sistem agroforestry dibedakan menjadi dua kategori, yaitu agroforestry sederhana dan agroforestry kompleks:

  1. Agroforestry Sederhana – Menggunakan kombinasi tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian secara sederhana.
    • Contohnya adalah pertanian kopi dan pisang yang ditanam di antara pohon pinus di Ngantang, Malang, Jawa Timur.
    • Tembakau yang ditanam di antara pohon siwalan di Sumenep, Madura.
  2. Agroforestry Kompleks – Mengombinasikan berbagai jenis tanaman dengan pola yang lebih rumit.
    • Contohnya adalah kebun damar di Krui, Lampung Barat, yang menerapkan sistem pertanian multi-strata dengan berbagai jenis tanaman kehutanan dan pertanian.
Manfaat Agroforestry

Penerapan sistem agroforestry memberikan banyak manfaat, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi:

  • Menjaga Kelestarian Hutan – Sistem ini mengurangi tekanan terhadap hutan dengan tetap mempertahankan vegetasi alami.
  • Mengurangi Risiko Bencana Alam – Dengan adanya vegetasi yang tetap terjaga, risiko erosi dan banjir dapat diminimalisir.
  • Meningkatkan Perekonomian Masyarakat – Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari hasil kayu dan hasil pertanian yang ditanam secara tumpang sari.
  • Mendukung Ketahanan Pangan – Dengan adanya kombinasi tanaman pertanian, produksi pangan tetap terjaga tanpa mengorbankan hutan.

Agroforestry merupakan solusi inovatif dalam pengelolaan lahan hutan yang berkelanjutan. Dengan mengombinasikan tanaman kehutanan dan pertanian, sistem ini tidak hanya membantu melestarikan sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Oleh karena itu, implementasi agroforestry harus terus dikembangkan sebagai strategi dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

Penulis: Anis Bias Cintaning | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar